Politik, Dunia

Jepang umumkan tak gabung perjanjian anti senjata nuklir PBB

Setidaknya 50 negara anggota PBB menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian yang melarang senjata nuklir yang mulai berlaku pada Jumat

Maria Elisa Hospita   | 22.01.2021
Jepang umumkan tak gabung perjanjian anti senjata nuklir PBB Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga berbicara dalam konferensi pers di kediaman resmi Perdana Menteri di Tokyo, Jepang pada 7 Januari 2021. (Kiyoshi Ota/Bloomberg/Pool - Anadolu Agency)

Ankara

Riyaz ul Khaliq

ANKARA

Jepang yang mempertanyakan keefektifan perjanjian larangan senjata nuklir, resmi menyatakan niatnya untuk tidak bergabung.

"Sebagai satu-satunya negara yang pernah mengalami serangan bom atom selama masa perang, Jepang memiliki tanggung jawab untuk memimpin upaya komunitas internasional untuk mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir," kata Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, pada Jumat, seperti dikutip oleh Kantor Berita Kyodo.

Suga juga mendesak negara anggota PBB untuk berhati-hati dalam mempertimbangkan perjanjian yang berlaku mulai hari ini, Jumat.

Setidaknya 50 negara anggota PBB menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian PBB yang melarang senjata nuklir.

Jepang, satu-satunya negara yang terkena bom atom pada 1945 di Hiroshima dan Nagasaki, telah mendapatkan dukungan yang kuat untuk pelucutan senjata nuklir.

Pengeboman itu telah menewaskan sekitar 214.000 orang, dan meninggalkan dampak seumur hidup di antara para penyintas dalam tujuh dekade terakhir.

"Namun Perjanjian Larangan Senjata Nuklir tidak mendapat dukungan dari negara-negara senjata nuklir maupun banyak negara non-senjata nuklir. Oleh karena itu, Jepang tidak berniat menandatangani perjanjian tersebut," tegas PM Jepang.

Meskipun penduduk Jepang menuntut negaranya untuk bergabung dengan perjanjian itu, perlindungan payung nuklir AS ke Jepang dari ancaman asing mencegah Tokyo untuk bergabung dengannya.

"Jepang akan melanjutkan upaya untuk membangun jembatan antara negara senjata nuklir dan negara non-senjata nuklir, termasuk memberitahu dunia tentang konsekuensi mengerikan dari penggunaan senjata nuklir," imbuh Suga

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.