Muhammad Abdullah Azzam
07 Oktober 2020•Update: 08 Oktober 2020
Ahmet Furkan Mercan
ANKARA
Menteri luar negeri dari Jepang, Amerika Serikat (AS), Australia dan India pada Selasa bertemu di Tokyo untuk membahas upaya mendirikan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik.
Menurut laporan kantor berita Jepang Kyodo, menteri luar negeri dari keempat negara tersebut - yang membentuk kelompok Dialog Keamanan Segi Empat atau QUAD - setuju untuk bekerja sama menuju perdamaian di Indo-Pasifik.
Menlu Jepang Toshimitsu Motegi menjamu Menlu AS Mike Pompeo, Menlu Australia Marise Payne dan Menlu India S. Jaishankar untuk pertemuan empat arah tersebut.
QUAD adalah forum strategis informal di antara empat negara yang diselenggarakan oleh KTT semi-reguler, pertukaran informasi dan latihan militer antara negara-negara anggota.
Pertemuan tersebut mengasumsikan signifikansi di tengah perang perdagangan AS-China yang sedang berlangsung dan reaksi tentang Covid-19 yang dihadapi Beijing, dan dipandang sebagai tindakan tandingan terhadap peran tegas China di wilayah tersebut.
Sebelumnya, Perdana Menteri baru Jepang Yoshihide Suga menyerukan “Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka”.
Menegaskan kembali kekuatan aliansi bilateral di bawah Suga, Motegi mengatakan kepada media bahwa dirinya berharap Jepang dan AS memimpin dalam menegakkan dan mewujudkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
Pompeo mengatakan bahwa Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka adalah fondasi perdamaian dan stabilitas regional.
"Landasan lembaga itu adalah hubungan AS-Jepang dan keamanan serta kemakmuran yang telah diberikannya bagi rakyat kami selama beberapa dekade," ujar dia.
Dalam sebuah tweet, Payne mengatakan dia membahas "kerja sama yang sedang berlangsung untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di wilayah kami" dalam pertemuannya dengan Pompeo.
Dalam pesan serupa, Menteri Luar Negeri India Jaishankar mengatakan di Twitter: “[…] Akan bekerja sama untuk stabilitas dan kemakmuran di Indo-Pasifik.”
AS, India dan Australia berada dalam kebuntuan dengan China terkait beberapa masalah.
China dan India terlibat dalam konflik militer di daerah Ladakh di Jammu dan Kashmir sejak Mei ini di mana 20 tentara India tewas.
Hubungan China-Australia juga mencapai titik terendah di tengah tuduhan mata-mata.