Rhany Chairunissa Rufinaldo
15 Februari 2019•Update: 15 Februari 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Jenderal Amerika yang memimpin pasukan Amerika Serikat di Korea Selatan mencoba untuk menarik kembali pernyataan yang dia sampaikan sebelumnya mengenai kemungkinan penarikan pasukan AS dari negara tersebut.
"Kehadiran Pasukan AS di Korea Selatan tidak terkait dengan deklarasi potensial apa pun yang mengakhiri Perang Korea atau perjanjian damai," kata Komandan Jenderal Robert Abrams dalam sebuah pernyataan yang dikutip kantor berita Korea Selatan Yonhap.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengisyaratkan dalam sebuah wawancara pada Selasa bahwa Presiden Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kemungkinan mengumumkan berakhirnya Perang Korea 1950-1953 dalam KTT yang akan datang di Hanoi, Vietnam, akhir bulan ini.
Jenderal Amerika itu menimbulkan kontroversi setelah pernyataannya kepada komite kongres bahwa ada kemungkinan penarikan pasukan AS jika perjanjian damai ditandatangani dengan Pyongyang.
Pernyataan Abram telah menimbulkan kekhawatiran di Seoul.
"Kehadiran pasukan AS di Korea adalah masalah aliansi yang harus diputuskan melalui dialog terpisah antara Seoul dan Washington," kata seorang pejabat Korea Selatan, Selasa.
"Belum ada diskusi atau rencana apa pun tentang penarikan atau pengurangan pasukan sehubungan dengan penandatanganan perjanjian damai," tambahnya