Maria Elisa Hospita
04 Desember 2018•Update: 04 Desember 2018
Osama al-Ghassani
YERUSALEM
Menteri Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Sosial Israel Haim Katz telah mencabut pengakuan gelar Universitas Al-Quds.
Menurut surat kabar Israel, Hayom, langkah itu diambil karena ujaran anti-Israel yang digaungkan oleh universitas.
"Kami akan menangani masalah kekurangan tenaga kerja sosial tanpa harus pergi ke lembaga yang melemahkan legitimasi Israel," kata Katz.
Selama ini, Israel mengakui gelar pekerjaan sosial yang diberikan oleh universitas karena kurangnya tenaga kerja sosial.
Israel pun menolak mengakui universitas sebagai universitas asing karena cabangnya di Yerusalem.
Universitas Al-Quds yang didirikan pada 1984, terletak di Kota Abu Dis, di selatan Yerusalem.
Universitas tersebut adalah satu-satunya di dunia yang dikelilingi oleh tembok pembatas yang rasis.