Dandy Koswaraputra
12 Maret 2019•Update: 12 Maret 2019
Afra Aksoy dan Hamdi Yildiz
JERUSALEM
Israel akan membangun lebih dari 20.000 rumah baru di Yerusalem Timur yang diduduki dalam lima tahun ke depan, menurut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Senin.
"Kami menandatangani perjanjian dalam rangka pembangunan 23.000 unit rumah baru di Yerusalem dengan investasi satu miliar shekel (USD276 juta)," Netanyahu mengumumkan pada akun media sosial.
Dia mengklaim Yerusalem bukan unit akomodasi, tetapi "ibukota" Israel.
Israel Channel 7 melaporkan perjanjian itu ditandatangani oleh Departemen Keuangan, Administrasi Pertanahan Israel dan Kotamadya Yerusalem dengan kehadiran Netanyahu.
Menurut perjanjian tersebut, lingkungan di Yerusalem Lama dan Baru akan dikembangkan, area yang luas akan dialokasikan untuk ruang kantor dan investasi dalam infrastruktur.
Israel menduduki Yerusalem Timur selama Perang Arab-Israel 1967.
Israel juga menganeksasi seluruh kota pada tahun 1980 dalam suatu langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.