Astudestra Ajengrastrı
27 Agustus 2018•Update: 27 Agustus 2018
Ebru Sengul
ANKARA
Iran dan Rusia memulai negosiasi untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir baru di Iran dengan kapasitas 3.000 megawatt (MW), menurut laporan media lokal pada Sabtu.
Dalam laporan-laporan tersebut, Menteri Energi Iran Reza Ardakanian dikutip mengatakan Iran berencana meningkatkan kapasitasnya untuk menghasilkan listrik dengan pembangkit nuklir.
Negara tersebut sebelumnya telah memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir dengan kapasitas 1.000 MW yang membantu memenuhi permintaan tinggi listrik di waktu-waktu puncak, kata Ardakanian.
Rusia membantu membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr-1 di wilayah sebelah timur laut Iran dengan kapasitas 1.000 MW dan beroperasi pada 2013.
Pembangunan Bushehr-2 telah dimulai pada 2016, yang terdiri dari dua unit pembangkit dengan kapasitas gabungan sebesar 2.100 MW, dan diproyeksikan akan selesai pada 2026.