Syed Zafar Mahdi
06 Juli 2024•Update: 06 Juli 2024
TEHERAN
Pemungutan suara dalam pemilihan presiden putaran kedua Iran diperpanjang hingga pukul 10 malam waktu setempat (16:30 GMT) pada Jumat, menurut kantor pusat pemilihan negara itu.
Berbicara kepada media di Teheran, Mohsen Eslami, juru bicara komisi pemilu mengatakan permintaan perpanjangan periode pemungutan suara telah disetujui oleh menteri dalam negeri.
Tempat pemungutan suara dibuka pada pukul 8 pagi (04:30 GMT) dan seharusnya ditutup pada pukul 6 sore menurut norma konstitusional tentang proses pemungutan suara selama 10 jam.
Pada pemilihan presiden dadakan tanggal 28 Juni, pemungutan suara diperpanjang tiga kali dan berakhir pada tengah malam, tetapi jumlah pemilih masih berkisaran 40 persen, terendah sejak Revolusi Iran 1979.
Dua kandidat – seorang anggota parlemen reformis dan mantan Menteri Kesehatan Masoud Pezeshkian, dan seorang mantan negosiator nuklir konservatif dan kepala badan keamanan Saeed Jalili – bersaing untuk mendapatkan kursi kepresidenan setelah kematian Ebrahim Raisi dalam kecelakaan helikopter pada Mei.
Pezeshkian dan Jalili memperoleh suara terbanyak dari empat kandidat dalam pemilihan presiden cepat pada 28 Juni, namun gagal mencapai angka 50 persen.
Menurut data resmi, sekitar 61 juta orang berhak memilih dalam pemilu tahun ini. Pada pemilu 2021, 59,3 juta orang terdaftar sebagai pemilih.
Sebanyak 58.640 tempat pemungutan suara telah dibuka di seluruh negeri untuk memfasilitasi proses pemungutan suara, mirip dengan putaran sebelumnya, dengan lebih dari 6.000 di antaranya hanya di Teheran saja.
Penghitungan suara akan dimulai segera setelah antrean pemungutan suara ditutup, dan Kementerian Dalam Negeri akan mengumumkan hasil secara bertahap hingga hasil akhir diumumkan pada Sabtu pagi.