Maria Elisa Hospita
20 Desember 2019•Update: 23 Desember 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengumumkan sanksi baru dan pembatasan ke pada Iran pada Kamis.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk "membela hak asasi manusia di Iran".
Pembatasan tersebut diberikan kepada dua hakim Iran - Mohammad Moghisseh dan Abolghassem Salavati - yang dianggap menjatuhkan hukuman tak adil terhadap seroang pengacara HAM.
"Dia adalah alat penindasan rezim. Hari ini dia mendapat ganjarannya," ujar menlu merujuk kepada Salavati yang menurutnya telah menghukum ratusan tahanan politik.
Pembatasan visa juga diterapkan pada pejabat Iran dan keluarganya yang oleh AS dianggap bertanggung jawab atau terlibat dalam pelanggaran HAM terhadap demonstran di negara tersebut.
"Penjahat yang membunuh demonstran tidak akan diizinkan mengirim anak-anak mereka untuk belajar di Amerika Serikat."
Amnesty International memperkirakan sedikitnya 208 orang terbunuh di Iran sejak aksi protes meletus bulan lalu.
Philip Luther, direktur penelitian dan advokasi untuk Timur Tengah dan Afrika Utara di Amnesty International, menyebut penanganan Iran atas unjuk rasa itu "memalukan".
Demonstrasi pecah di Iran pada 15 November setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar setidaknya 50 persen.
Sedikitnya 100 bank dan puluhan toko dibakar selama aksi protes.
Menurut kantor berita Fars, lebih dari 1.000 pengunjuk rasa telah ditangkap.