Rhany Chairunissa Rufinaldo
04 Oktober 2018•Update: 04 Oktober 2018
Ibrahim Saleh
BAGHDAD
Politikus veteran Kurdi, Barham Salih, secara resmi dilantik sebagai presiden Irak pada Rabu, menggantikan pendahulunya Fuad Masum.
"Pengalaman pengalihan kekuatan secara damai dengan cara demokratis yang transparan ini merupakan langkah penting dalam mengkonsolidasikan tradisi demokrasi," kata Salih dalam sebuah upacara resmi yang diadakan untuk pelantikannya.
Salih dipilih oleh parlemen Irak pada Selasa.
Sementara Presiden sebelumnya, Fuad Masum, berharap presiden baru "berhasil dalam melayani Irak dan semua warga Irak dengan maksud untuk memperkuat jalur demokrasi negara."
Di bawah perjanjian tidak resmi, kepresidenan Irak dipegang oleh seorang Kurdi, sementara kandidat Sunni memegang posisi ketua parlemen dan kandidat Syiah memegang kursi perdana menteri.
Salih sebelumnya menjabat sebagai perdana menteri Pemerintah Daerah Kurdi (KRG) antara 2009 hingga 2011. Dia juga pernah menjabat sebagai wakil perdana menteri Irak di bawah Ayad Allawi, yang menjadi perdana menteri setelah jatuhnya Saddam Hussein.
Salih lahir pada 1960 di Sulaymaniyah, Irak utara.
Dia lulus dari Jurusan Arsitektur Universitas Cardiff pada 1983. Dia juga mendapat gelar master dalam bidang teknik dari Universitas Liverpool.
Dia mendirikan Universitas Sulaymaniyah Amerika dan saat ini masih menjabat sebagai ketua dewan pengawas.
Dia juga merupakan perwakilan PUK di Inggris pada tahun 80-an.