Umar Idris
19 Maret 2020•Update: 19 Maret 2020
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Para ilmuwan di China memuji obat yang dikembangkan Jepang karena terbuktif cukup efektif mengobati virus corona baru yang telah menewaskan lebih dari 8.000 orang di dunia sejak wabah Desember lalu.
Zhang Xinmin, direktur Pusat Pengembangan Bioteknologi China, mengatakan pada laporan pada hari Selasa bahwa Avigan, obat yang diproduksi oleh Fujifilm Holdings Jepang, telah efektif mengobati pasien Covid-19, mengutip laporan harian berbasis di Tokyo, Nikkei.
"Itu [Avigan] sangat aman dan jelas efektif," kata Zhang pada konferensi pers di Dalian, ibukota provinsi Liaoning China.
Avigan adalah nama merek obat influenza yang dikenal sebagai favipiravir yang dikembangkan oleh Fujifilm Toyama Chemical pada tahun 2014.
Zhang mengatakan pasien yang memakai favipiravir dites negatif setelah rata-rata empat hari, dibandingkan dengan 11 hari pada kelompok kontrol. "Tidak ada efek samping yang jelas," tambahnya.
Pernyataan ini menyebabkan saham perusahaan kelompok Fujifilm melonjak lebih dari 15%.
Pejabat kesehatan di Beijing sudah mulai merekomendasikan obat ini untuk melawan virus korona, yang pertama kali muncul di Wuhan, Cina.
Sejak Februari, Jepang telah memberikan obat tersebut kepada pasien korona di Jepang, yang sekarang jumlahnya mencapai lebih dari 800 kasus, tidak termasuk kasus yang ditemukan di kapal pesiar Diamond Princess.
Setidaknya 29 orang di Jepang telah meninggal karena virus.
Di seluruh dunia, dari lebih dari 200.000 kasus yang dikonfirmasi, jumlah kematian sekarang telah melebihi 8.000 orang, sementara lebih dari 82.500 pasien telah pulih, menurut Worldometer, sebuah situs web yang mengumpulkan jumlah kasus baru.
Jumlah kasus aktif mencapai lebih dari 109.000 orang, 94 persen kategori ringan dan 6 persen dalam kondisi kritis, menurut situs web.