ICE tahan mahasiswi Columbia di asrama, dibebaskan usai intervensi wali kota New York
Wali Kota New York mengaku menghubungi Presiden Trump yang kemudian menyatakan mahasiswi tersebut akan segera dibebaskan
HOUSTON
Seorang mahasiswi Universitas Columbia yang ditahan oleh agen Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) di asramanya di New York pada Kamis dibebaskan pada hari yang sama setelah Wali Kota New York Zohran Mamdani melakukan intervensi, menurut laporan media.
Elaina Aghayeva ditahan pada Kamis pagi oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE). Pihak Universitas Columbia menyatakan bahwa agen federal telah menyampaikan alasan yang tidak benar untuk dapat memasuki gedung asrama tersebut.
“Kami memahami saat ini bahwa agen federal memberikan keterangan yang keliru untuk mendapatkan akses ke gedung dengan alasan mencari ‘orang hilang’,” kata Pelaksana Tugas Presiden Columbia, Claire Shipman, dalam sebuah pernyataan. Ia menambahkan bahwa pihak universitas sedang mengumpulkan informasi lebih lanjut.
Mamdani mengatakan ia menghubungi Presiden Donald Trump untuk menuntut pembebasan Aghayeva. Wali kota tersebut kemudian mengumumkan pada Kamis sore bahwa Trump menyampaikan Aghayeva akan “segera dibebaskan.”
Aghayeva kemudian mengunggah pernyataan di Instagram bahwa dirinya telah dibebaskan.
“Saya baru saja keluar beberapa saat lalu. Saya aman dan baik-baik saja. Sedang dalam perjalanan pulang,” tulisnya. “Saya benar-benar masih syok atas apa yang terjadi.”
DHS menyatakan bahwa Aghayeva adalah warga negara Azerbaijan dan menuduh visa mahasiswinya telah dihentikan pada 2016 pada masa pemerintahan Obama karena tidak menghadiri perkuliahan.
Dokumen pengadilan menyebutkan Aghayeva merupakan mahasiswa strata satu di School of General Studies Columbia yang mengambil jurusan neurosains dan ilmu politik. Ia memasuki Amerika Serikat sekitar 2016 dengan visa pelajar, menurut berkas pengadilan.
Pejabat DHS menyatakan bahwa “pengelola gedung dan teman sekamarnya mengizinkan petugas masuk ke apartemen” serta bahwa Aghayeva “tidak memiliki banding atau permohonan yang sedang diproses di DHS.”
Namun, lembaga tersebut tidak menanggapi tuduhan universitas bahwa agen memberikan alasan yang keliru untuk mendapatkan akses masuk.
Pengacara Aghayeva, Carl Hurvich, mengajukan petisi habeas corpus di pengadilan federal sebelum kliennya dibebaskan, dengan alasan bahwa ia ditahan secara tidak sah dan “tanpa dasar hukum.”
Hurvich menyatakan petisi tersebut menuduh agen “mengaku sedang mencari orang hilang untuk mendapatkan akses masuk” dan tidak memiliki surat perintah penangkapan atas Aghayeva. Ia juga mengajukan permintaan perintah penahanan sementara untuk mencegah pemerintahan Trump memindahkan kliennya keluar dari New York selama masa penahanan.
Gubernur New York Kathy Hochul mengkritik penahanan tersebut.
“Harus ditegaskan apa yang terjadi: agen ICE tidak memiliki surat perintah yang sah, sehingga mereka berbohong untuk mendapatkan akses ke tempat tinggal pribadi seorang mahasiswa,” kata Hochul.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
