Muhammad Abdullah Azzam
13 Desember 2018•Update: 14 Desember 2018
Safiye Karabacak, Hamdi Yıldız
ADEN
Seorang anggota delegasi Houthi untuk perundingan di Swedia Jamal Amir mengatakan kepada Anadolu Agency pihaknya menyetujui penarikan semua unsur milisinya dari kota Al Hudaydah, Yaman.
“Kami menyetujui penarikan diri dari kota Al Hudaydah, melaksanakan gencatan senjata mendesak dan komprehensif di atas pengawasan Komite Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” ungkap Amir pada Kamis.
Amir mengungkapkan delegasi Houthi menerima penawaran pengawasan PBB di pelabuhan Al Hudaydah dan pelabuhan lainnya.
Pencabutan blokade di kota Taiz, kata Amir, kemungkinan akan kembali dibicarakan pada pertemuan berikutnya. “Meski delegasi kami menyetujui hal tersebut, namun delegasi Riyadh (pemerintah Yaman) tak menyepakatinya," tutur Amir.
Kendati begitu delegasi Houthi menyetujui gencatan senjata secara komprehensif, pembukaan akses transportasi dan langkah-langkah menciptakan perdamaian.
Namun, pihak lain hanya bersikeras pada pembukaan akses transportasi dan penonaktifan ranjau darat, lanjut Amir.
“Mereka tak menyetujui gencatan senjata secara komprehensif,” ucap Amir.
Jamal Amir mengatakan bahwa semua perjanjian yang diajukan PBB ditolak oleh pemerintah Yaman.
“Masyarakat internasional dan Perwakilan Khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths masih terus melakukan penekanan terhadap pemerintah Yaman untuk meratifikasi perjanjian tersebut,” tukas dia.
Dalam pertemuan Rabu kemarin kedua pihak sepakat untuk melakukan pertukaran 16.000 tawanan pada 20 Januari yang dimediasi oleh Komisi Palang Merah Internasional.