Chandni
05 Maret 2018•Update: 05 Maret 2018
Andrew Wasike
NAIROBI, Kenya
Sebanyak 44 persen anak-anak balita pengungsi di Sudan Selatan menderita stunting, menurut sebuah survey PBB.
Laporan yang dirilis lembaga pengungsi PBB UNHCR pada Senin mengatakan sekitar 6,2 persen atau "sekitar 3.391 dari 54.172 anak-anak pengungsi di bawah usia lima tahun mengalami malnutrisi".
"Masalah stunting dan anemia bisa memiliki dampak negatif jangka panjang bagi anak-anak. Penyakit itu bisa mempengaruhi kekebalan tubuh anak-anak serta kapasitas dan perkembangan mental mereka," kata Johann Siffointe, utusan UNHCR di Sudan Selatan.
Siffointe mengatakan solusi masalah itu membutuhkan "pendekatan holistik", yang harus melibatkan layanan kesehatan yang memadai, persediaan air bersih dan sanitasi serta keamanan pangan.
Penelitian itu juga menunjukkan sekitar 48 persen, atau 26.000, anak-anak pengungsi di Sudan Selatan memiliki kondisi anemia.