Rhany Chairunissa Rufinaldo
04 Maret 2020•Update: 05 Maret 2020
Said Ibicioglu
GAZA, Palestina
Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menolak undangan Amerika Serikat untuk menghadiri pertemuan rahasia antara kedua pihak.
Kabar itu disampaikan oleh Kepala Politik Hamas Ismail Haniyeh kepada TV Al Mayadeen yang berbasis di Beirut, Selasa.
"Hamas menolak panggilan itu karena AS berusaha menyebarkan desas-desus bahwa rencana perdamaian Timur Tengah diungkapkan setelah pertemuan rahasia dengan kelompok-kelompok Palestina, termasuk Hamas," kata Haniyeh.
Pada 28 Januari, Presiden AS Donald Trump meluncurkan apa yang disebutnya sebagai "Kesepakatan Abad Ini" untuk mengakhiri salah satu perselisihan yang paling lama di Timur Tengah.
Di bawah rencana itu, Trump mengusulkan negara Palestina tambal sulam yang dikotak-kotakkan oleh permukiman ilegal Israel serta pengakuan kedaulatan Israel atas Tepi Barat dan Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang tak terbagi.
Rencana perdamaian secara sepihak itu membatalkan resolusi-resolusi PBB sebelumnya soal masalah Palestina dan mengabulkan hampir semua tuntutan Israel.
Turki mengecam rencana itu dan menganggapnya sebagai upaya untuk membenarkan pendudukan dan aneksasi Israel atas Yerusalem dan Tepi Barat.