25 Januari 2019•Update: 25 Januari 2019
Yaser Albanna
GAZA CITY, Palestina
Hamas pada Kamis mengumumkan penolakannya menerima bantuan keuangan terbaru dari Qatar untuk memprotes apa yang mereka sebut sebagai "pemerasan" oleh Israel.
"Kami menolak hibah Qatar ketiga ini untuk memprotes perilaku penjajahan Israel," kata petinggi Hamas Khalil al-Hayya dalam konferensi pers di Gaza.
Dia menuduh Israel berusaha "memeras" rakyat Palestina dan “mengelak” atas kesepakatan pemahaman pada tahun lalu antara Israel dan faksi-faksi perlawanan Palestina yang ditengahi Mesir, Qatar, dan PBB.
Kesepakatan itu adalah bahwa tidak boleh ada eskalasi besar yang akan terjadi antara kedua pihak. Sebaliknya, demonstrasi warga sipil Palestina di dekat perbatasan Gaza tidak akan berubah menjadi aksi kekerasan.
Menurut al-Hayya, Qatar "memahami" alasan Hamas atas keputusan tersebut.
Pada 7 Januari, Israel menghentikan sementara transfer bantuan keuangan Qatar yang dialokasikan membayar gaji pegawai negeri sipil di Jalur Gaza yang dikendalikan Hamas.
Langkah itu dilakukan Israel sebagai pembalasan atas serangan roket dari Gaza.
Hamas menilai langkah menghentikan transfer bantuan Qatar itu bagian dari upaya menekan kelompok perlawanan.