Ekip
03 April 2018•Update: 03 April 2018
Nour Abu Aisha
KOTA GAZA, Palestina
Ketua politik Hamas Ismail Haniyeh telah menyerukan Liga Arab untuk menuntut Israel di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
Tuntutan itu disampaikan Haniyeh lewat sambungan telepon saat berbicara dengan dengan Sekretaris Jenderal Liga yang berbasis di Kairo, Ahmed Abul-Gheit, untuk membahas praktik kekerasan Israel pada Palestina, Senin.
Jumat lalu, setidaknya 18 warga Palestina tewas dan ratusan lainnya terluka oleh tembakan Israel dalam unjuk rasa damai menuntut kembalinya pengungsi Palestina di dekat perbatasan Jalur Gaza.
Haniyeh menggarisbawahi perlunya "untuk pergi ke Majelis Umum PBB untuk membahas kejahatan [Israel] dan membentuk komisi investigasi khusus", kata Kantor Liga Arab dalam sebuah pernyataan.
Dewan Keamanan PBB telah mengadakan sesi pada hari Sabtu atas permintaan Kuwait untuk membahas situasi di perbatasan Gaza, tetapi PBB gagal mengutuk kekerasan Israel terhadap demonstran Palestina.
Menurut pernyataan itu, Abul-Gheit mengecam "kejahatan Israel terhadap demonstran Palestina". Delegasi Liga Arab dijadwalkan bertemu pada hari Selasa di Kairo untuk membahas tindakan Israel terhadap Palestina.
Demonstrasi Jumat adalah awal dari protes enam minggu yang akan memuncak pada 15 Mei mendatang, hari dimana Palestina menyebut sebagai "Nakba", atau "Malapetaka", ketika negara Israel diciptakan.
Para demonstran menuntut agar para pengungsi Palestina diperbolehkan kembali ke kota-kota dan desa-desa tempat asal mereka sebelum negara Israel diciptakan pada tahun 1948.