Astudestra Ajengrastrı
15 September 2018•Update: 16 September 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Seorang ibu dan bayinya menjadi korban tewas pertama Badai Florence yang terkonfirmasi, setelah badai tersebut sampai Carolina Utara pada Jumat.
Keduanya tewas karena sebuah pohon jatuh menimpa rumah mereka, menurut cuitan dari akun Kepolisian Wilmington.
Direktur Manajemen Gawat Darurat Pender Tom Collins berkata kepada WWAY-3, seorang korban lain tewas karena serangan jantung.
Badai kategori 1 ini sampai di Pantai Wrightsville pada 07.15 waktu setempat, dan membawa hujan setinggi 3 inchi (2,5 sentimenter) per jam. Badai tersebut memerangkap pesisir dengan angin berkekuatan 75 mil (120 kilometer) per jam dan membawa hujan lebat yang mengarah lebih jauh ke daratan. Angin yang terjadi akibat badai ini sebesar 80 mil (128 kilometer) dari pusat badai.
Florence diprediksi mencapai Carolina Utara dan Selatan dalam sehari, dan akan terus berada di negara bagian selatan dengan kecepatan 6 mil per jam.
Badan Cuaca Nasional memperingatkan banjir "yang merusak" akan terjadi karena Florence akan membawa 40 inchi (50-100 sentimeter) air sebelum mengarah ke Carolina Utara dan Selatan.
"Badai ini bisa menjadi maraton lawan sprint," tukas badan tersebut melalui Twitter.
"Selain gelombang badai yang sedang berlangsung dan berbahaya serta banjir bandang, akan ada ancaman banjir sungai jangka panjang, WELL INLAND, karena hujan sangat lebat terus turun dalam beberapa hari mendatang."
Lebih dari 643.000 orang tak memiliki daya listrik pada pertengahan hari Jumat, lapor petugas gawat darurat.
Florence diprediksi terus menyerang daratan sebelum berbelok ke arah timur laut ke Virginia Barat pada pekan depan.
Lebih dari 1 juta orang diminta mengevakuasi diri sebelum Florence datang. Penanggap pertama sudah bekerja untuk menyelamatkan mereka yang memilih untuk tidak mengikuti arahan evakuasi.