Faruk Zorlu
12 Mei 2022•Update: 13 Mei 2022
ANKARA
Para pemimpin Finlandia pada Kamis mengumumkan niat mereka untuk menjadi anggota NATO “tanpa penundaan,” sekaligus menentang peringatan Rusia agar tidak ada negara lain di perbatasan negara mereka.
"Keanggotaan NATO akan memperkuat keamanan Finlandia," tulis Presiden Finlandia Sauli Niinisto dan Perdana Menteri Sanna Marin, saat perang Rusia di Ukraina hampir memasuki bulan keempat.
“Sebagai anggota NATO, Finlandia akan memperkuat seluruh aliansi pertahanan. Finlandia harus mengajukan keanggotaan NATO tanpa penundaan.”
"Kami berharap langkah-langkah nasional yang masih diperlukan untuk membuat keputusan ini akan diambil dengan cepat dalam beberapa hari ke depan."
Finlandia berbagi perbatasan 1.300 kilometer (810 mil) dengan Rusia, dan di awal Perang Dunia II, Finlandia dengan keras mempertahankan diri dari invasi Soviet.
Negara ini mempertahankan netralitas militer yang ketat selama Perang Dingin tetapi pada tahun 1995 mencapai kesepakatan kemitraan dengan NATO.
Setelah Rusia melancarkan perang melawan negara tetangga Ukraina pada 24 Februari, dukungan untuk keanggotaan NATO di Finlandia melonjak secara signifikan.
Rusia telah berulang kali menyatakan bahwa Finlandia dan Swedia tidak boleh bergabung dengan NATO.
Moskow berusaha melegitimasi perangnya terhadap Ukraina karena Kyiv hendak bergabung dengan NATO, meskipun proses keanggotaannya baru saja dimulai.