Dunia

Sekjen PBB desak 'perang tak masuk akal' di Ukraina segera dihentikan

Perang di sana menyebabkan krisis pangan, energi, keuangan yang 'menghancurkan', kata Sekjen PBB Antonio Guterres setelah bertemu dengan presiden Austria

Aşkın Kıyağan   | 12.05.2022
Sekjen PBB desak 'perang tak masuk akal' di Ukraina segera dihentikan Sekjen PBB Antonio Guterres (Foto file - Anadolu Agency)


WINA 

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Rabu mengulangi seruannya agar "perang yang tidak masuk akal" antara Rusia dan Ukraina harus segera diakhiri.

"Invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan kehancuran, kehancuran, dan penderitaan besar-besaran di negara itu, memicu pengungsian terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II -- dan mengirimkan gelombang kejut ke seluruh kawasan dan dunia," kata Guterres kepada wartawan setelah pertemuan di Wina dengan Presiden Austria Alexander Van der Bellen.

Dia menggarisbawahi bahwa konflik tersebut telah menyebabkan krisis global dalam pangan, energi, dan keuangan, dan "dampaknya menghancurkan banyak orang, negara, dan ekonomi yang paling rentan."

"Perang yang tidak masuk akal ini harus dihentikan," tekan dia, sambil menambahkan bahwa, "sedramatis apa pun," konflik tersebut tidak boleh membuat orang melupakan ancaman global perubahan iklim.

Setidaknya 3.459 warga sipil telah tewas dan 3.713 lainnya terluka sejak Rusia melancarkan perang terhadap Ukraina pada 24 Februari, menurut perkiraan PBB. Jumlah korban sebenarnya dikhawatirkan jauh lebih tinggi.

Lebih dari 5,98 juta orang telah melarikan diri ke negara lain, dan sekitar 7,7 juta orang mengungsi, menurut badan pengungsi PBB.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın