Rhany Chairunissa Rufinaldo
23 Juli 2019•Update: 23 Juli 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Eropa telah bergandengan tangan dengan China dan Rusia untuk membangun sebuah stasiun penelitian ilmiah bersama di Bulan, kata seorang pejabat badan antariksa China, Senin.
Wakil direktur Administrasi Luar Angkasa Nasional China (CNSA) Wu Yanhua mengatakan kepada kantor berita Xinhua bahwa otoritas ruang angkasa Eropa dan Rusia sepakat untuk bersama-sama mengeksplorasi rencana untuk membangun stasiun penelitian ilmiah di Bulan.
Berita itu muncul pada hari yang sama ketika India meluncurkan misi bulan keduanya, Chandrayaan-2, untuk mengeksplorasi dan melakukan studi di wilayah kutub selatan Bulan.
Pesawat ruang angkasa diperkirakan mendarat pada minggu pertama September.
"Eksplorasi bersama akan fokus pada tujuan ilmiah stasiun, serta diskusi yang berhubungan dengan sistem atau misi," kata Wu.
Berbicara pada konferensi internasional tentang "eksplorasi Bulan dan ruang yang dalam" di kota Zhuhai, China, Wu menambahkan bahwa ketiga mitra akan bersama-sama merencanakan dan merancang stasiun, mengoordinasikan implementasi rencana mereka dan pada akhirnya berbagi hasil ilmiah.
Sebelumnya, wahana antariksa Hayabusa2 Jepang juga telah berhasil menyentuh asteroid di ruang angkasa minggu lalu.
Misi tersebut diyakini telah mengumpulkan sampel bawah permukaan asteroid yang pertama dan diperkirakan kembali ke Bumi pada musim dingin 2020.
Pejabat luar angkasa China lainnya mengatakan bahwa rencana pembangunan stasiun itu diharapkan bisa rampung setelah dua hingga tiga tahun musyawarah oleh tim ilmuwan internasional.
"Komite koordinasi antar pemerintah di stasiun penelitian bulan akan dibentuk," kata Pei Zhaoyu, wakil direktur Pusat Program Eksplorasi dan Antariksa Lunar di CNSA.