Muhammad Abdullah Azzam
12 Desember 2020•Update: 13 Desember 2020
Hanife Sevinc, Berk Ozcan, Hatice Senses Kurukiz
ISTANBUL
Pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa (UE) yang diadakan di Brussel tidak memberikan tanggapan yang diharapkan oleh beberapa negara, kata presiden Turki pada Jumat.
"Negara-negara anggota UE berhutang banyak kepada Turki," kata Presiden Recep Tayyip Erdogan kepada wartawan setelah Salat Jumat di kota metropolitan Istanbul, Turki.
Presiden Erdogan mengatakan sikap positif Turki terhadap semua perkembangan di Mediterania Timur mengecewakan beberapa negara UE.
KTT dua hari para pemimpin Uni Eropa yang dimulai Kamis kemarin berlangsung di tengah ketegangan tinggi di Mediterania Timur atas hak pengeboran minyak dan gas.
KTT tersebut juga mengisyaratkan bahwa UE dapat meningkatkan tekanan pada Ankara dalam beberapa minggu mendatang, dengan menjatuhkan sanksi terhadap individu sektor energi Turki, yang dibuat pada November 2019.
Turki, yang memiliki garis pantai kontinental terpanjang di Mediterania Timur, telah menolak klaim batas maritim Yunani dan pemerintahan Siprus Yunani, dan menekankan bahwa klaim yang berlebihan ini melanggar hak kedaulatan Turki dan Siprus Turki.
Ankara mengirim beberapa kapal bor dalam beberapa bulan terakhir untuk mengeksplorasi sumber daya energi di Mediterania Timur, menegaskan haknya sendiri di wilayah tersebut, serta hak milik Republik Turki Siprus Utara.
Para pemimpin Turki telah berulang kali menekankan bahwa Ankara mendukung penyelesaian semua masalah yang luar biasa di kawasan itu melalui hukum internasional, hubungan bertetangga yang baik, dialog, dan negosiasi.
Mengenai Karabakh, Erdogan mengatakan OSCE Minsk Group tidak memberikan apa yang diharapkan untuk menyelesaikan perselisihan tersebut dan hasil yang adil tidak dapat dicapai.