Maria Elisa Hospita
01 November 2019•Update: 02 November 2019
Ali Murat Alhas
WASHINGTON
Para menteri luar negeri dari beberapa negara menyambut baik perundingan di Jenewa mengenai Komite Konstitusi Suriah.
Dukungan itu disampaikan oleh para menteri dari Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Yordania, Mesir, dan Arab Saudi dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Kamis malam.
Mereka memuji Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Utusan Khusus PBB untuk Suriah Geir Pedersen atas upaya mereka di Suriah.
"Kami mendukung upaya untuk menciptakan lingkungan yang aman dan netral yang memungkinkan Suriah untuk mengadakan pemilihan umum yang bebas dan adil di bawah pengawasan PBB," kata pernyataan itu, menambahkan bahwa solusi politik di Suriah harus didasarkan pada Resolusi Dewan Keamanan PBB 2254.
"Kami kembali menegaskan pernyataan di New York pada 26 September dan akan terus menyerukan gencatan senjata di Idlib," tambah pernyataan tersebut yang merujuk pada wilayah barat laut Suriah yang dikendalikan oleh oposisi.
- Struktur Komite Konstitusi
Komite Konstitusi Suriah terdiri dari dua badan yang berbeda.
Badan besar terdiri dari anggota-anggota oposisi dan masyarakat sipil, sedangkan badan kecil terdiri atas 45 orang yang bertanggung jawab atas pembentukan piagam nasional yang baru.
Draf yang dirancang oleh 45 anggota ini harus disetujui oleh badan besar, di mana setidaknya 75 persen dari 150 anggotanya harus memberikan suara "ya".
Suriah telah dirundung perang sipil sejak awal tahun 2011, ketika rezim Bashar al-Assad menindak unjuk rasa pro-demokrasi dengan brutal,
Sejak itu, lebih dari lima juta warga sipil mengungsi. Turki kini menampung sebanyak 3,6 juta pengungsi Suriah, lebih banyak dari negara mana pun di dunia.