Rhany Chairunissa Rufinaldo
05 September 2018•Update: 06 September 2018
Ahmet Salih Alacaci
VIENNA
Sebanyak 335 insiden kejahatan kebencian oleh ekstremis sayap kanan dilaporkan selama paruh pertama 2018 di Austria, otoritas negara itu mengungkapkan pada Selasa.
Pejabat Kementerian Dalam Negeri Austria dalam sidang parlemen menggambarkan 95 insiden sebagai rasisme, 29 sebagai anti-Semit dan 9 sebagai Islamofobia.
Menanggapi pertanyaan-pertanyaan oleh juru bicara oposisi utama Partai Sosial Demokrat (SPO) Sabine Schatz, pejabat kementerian itu mengatakan kepada parlemen bahwa 409 kejahatan yang melanggar undang-undang telah dilakukan terhadap penyebaran Nazisme (Verbotsgesetz) di Austria pada 1947.
Memperhatikan bahwa tiga tahun terakhir telah terjadi peningkatan ekstremisme sayap kanan, juru bicara SPO mengatakan bahwa itu sangat lazim di negara bagian Upper Austria, dengan tindakan anti-Semit yang meningkat di Lower Austria.
“Angka-angka ini mengkhawatirkan. Pemerintah harus menentukan strategi melawan sayap kanan secepat mungkin dan mengambil tindakan untuk menghentikan kekerasan,” kata Schatz, menambahkan bahwa tindakan yang dilakukan saat ini "tidak cukup".
Menurut data yang diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri, 660 insiden - termasuk 227 rasisme, 39 anti-Semit dan 26 insiden Islamofobia - terjadi pada tahun 2017.