Muhammad Abdullah Azzam
05 September 2018•Update: 06 September 2018
Zehra Ulucak
ANKARA
Enam orang tewas dan 160 lainnya terluka akibat Topa Jebi, badai terbesar sepanjang 25 tahun terakhir pada Selasa menerjang Tokushima, Jepang, menurut informasi awal dari NHK TV.
Menurut laporan Kantor Berita Kyodo yang dikutip dari Badan Meteorologi Jepang, ratusan penerbangan dan jadwal kereta api dibatalkan akibat hujan lebat dan angin kencang yang menerjang sepanjang wilayah Tokushima di pulau Shikoku, memaksa ratusan warga mengungsi ke wilayah aman.
Badai tersebut menyebabkan landas pacu dan terminal bandara tergenang banjir. Sebanyak 3.000 penumpang tertahan di bandara. Dikabarkan kecepatan Topan Jebi itu mencapai di atas 200 kilometer per jam.
Beberapa pejabat setempat menuturkan bahwa banyak mobil terbalik di sejumlah jalan raya akibat terseret topan dahsyat itu. Selain itu, sejumlah warga terluka akibat terkena runtuhan langit-langit yang terbuat dari kaca di Stasiun Kyoto.
Sekitar 1.600.000 rumah di Osaka tidak mendapatkan aliran listrik.
Perdana Menteri Shinzo Abe dikabarkan telah menunda kunjungannya ke wilayah barat daya negara itu.
Dalam pertemuan dengan pejabat pusat penanggulangan bencana, Abe mengingatkan masyarakat agar ikut mencegah timbulnya bahaya.