Marıa Elısa Hospıta
07 Januari 2020•Update: 07 Januari 2020
James Reinl
LONDON
Eks Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih John Bolton bersedia bersaksi dalam sidang pemakzulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Kesaksian dari Bolton diyakini dapat mempengaruhi publik mengenai apakah presiden memang menyalahgunakan kekuasaannya untuk menjatuhkan rival politiknya jelang pemilihan presiden 2020.
"Dalam kontroversi pemakzulan ini, saya sudah berusaha memenuhi kewajiban saya sebagai warga negara sekaligus Penasihat Keamanan Nasional AS," ujar Bolton dalam blognya.
"Oleh karena itu, jika Senat mengeluarkan surat panggilan pengadilan, saya siap untuk bersaksi," tambah dia.
Partai Demokrat meluncurkan penyelidikan terhadap Trump pada 24 September menyusul klaim seorang whistle-blower bahwa presiden berusaha menekan Ukraina untuk ikut campur dalam pemilihan presiden.
Lewat telepon pada 25 Juli, Trump diduga mengiming-imingi bantuan militer USD400 juta ke Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky agar dia bersedia meluncurkan penyelidikan ke Joe Biden, dan putranya, Hunter Biden, terkait tuduhan korupsi.
Biden adalah kandidat presiden pilihan Demokrat dan akan berhadapan dengan Trump dalam Pilpres AS 2020.