Nani Afrida
11 Oktober 2018•Update: 12 Oktober 2018
Meltem Bulur dan Adem Salvarcioglu
ANKARA
Anggota dewan agama Indonesia yang mengharamkan terlibat dalam kegiatan Organisasi Teror Fetullah (FETO) mengunjungi kantor Anadolu Agency di Ankara pada Rabu.
Kelompok ini disambut oleh Editor Berita Internasional Anadolu Agency, Faruk Tokat dan Editor Bahasa Asing, Mehmet Ozturk.
Dewan Ulama Thoriqoh Indonesia (DUTI) menyatakan semua kegiatan FETO "haram" (terlarang) pada 10 Oktober melalui sebuah fatwa.
FETO dan pemimpinnya di Amerika Serikat (AS), Fetullah Gulen mengatur kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016 yang menyebabkan 251 orang menjadi martir dan hampir 2.200 orang terluka.
Ankara juga menuduh FETO berada di belakang kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi Turki, khususnya militer, polisi dan pengadilan.
Ozturk memberi penjelasan kepada delegasi Indonesia tentang kegiatan Anadolu Agency, sasarannya, struktur internasional, operasi dan 13 bahasa publikasi, termasuk kantor berita Anadolu di Indonesia, yang sudah aktif sejak 2017.
Memperhatikan pentingnya keputusan dewan tentang FETO, Ozturk menekankan bahwa organisasi teroris bukanlah organisasi agama meskipun memiliki penampilan yang sama.
Presiden DUTI Profesor Ahmed Rahman mengatakan DUTI, yang didirikan dua tahun lalu, secara eksklusif membahas masalah-masalah mengenai Sufisme Islam pada konferensi tahunan dengan anggota dari Indonesia dan negara-negara Asia lainnya.
"Kami berharap pemerintah akan mendukung kami untuk menerapkan fatwa ini," kata Rahman, menambahkan alasan utama untuk fatwa adalah bahwa dewan telah menemukan ajaran-ajaran FETO untuk "tidak langsung berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah".