Jakarta Raya
JAKARTA
Prajurit TNI yang bertugas sebagai Pasukan Perdamaian PBB di Kongo telah menerima lebih dari seratus pucuk senapan dari berbagai milisi di negara itu dalam dua tahun terakhir.
Komandan Pusat Misi Pasukan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen TNI Victor Hasudungan Simatupang mengatakan ada sekitar 116 pucuk senapan yang diserahkan oleh milisi di Kongo kepada prajurit TNI.
"Pada Tahun 2019 ada sekitar 75 senjata, pada 2020 ada sekitar 41 senjata," kata Victor saat dihubungi Anadolu Agency, pada Rabu.
Victor mengatakan keberhasilan TNI dalam bertugas di Kongo karena melakukan pendekatan 'soft power' dan humanis.
Misalnya saja, kata dia, TNI ikut membantu membangun fasilitas umum serta kebutuhan dasar masyarakat.
"Mereka mau bangun sumur, kita bantu, selain itu mereka tanam singkong itu biasanya setelah dicabut langsung digigit sama mereka. Nah kita ajarin bagaimana singkong itu direbus dan dikonsumsi, begitulah," kata dia.
"Kemampuan teritorial yang menjadi bagian dari kehidupan TNI menjadi kunci sukses satgas menurunkan senjata dan menurunkan milisi," tambah dia.
Bahkan pada 2019 lalu, ada sekitar 1500 milisi antar faksi berhasil berdamai dengan pendekatan yang dilakukan oleh pasukannya.
"Para milisi turun menyerahkan senjata dan mereka yang bertikai menari bersama kita," kata Victor.
Kehadiran TNI, kata dia, sangat disambut positif oleh masyarakat setempat.
Hingga saat ini terdapat 1.047 orang personel dari Indonesia yang ditugaskan di negara tersebut.
Mereka, kata Victor, bertugas di tiga wilayah di Kongo yakni Kalemie, Manono, dan Bendera.
"Cukup luas wilayahnya, kalau saya mau ke Kalemie ke Bendera itu naik helikopter satu setengah jam," jelas dia.
Berdasarkan keterangan resmi TNI, Pasukan Indonesia memberikan kontribusi besar dalam pembangunan infrastruktur di daerah misi dan telah mendapatkan apresiasi besar dari Markas PBB.
Indonesia mulai mengirimkan pasukannya ke negara-negara Afrika sejak 1957, dan di Kongo sejak tahun 1960.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
