Rhany Chairunissa Rufinaldo
11 Juli 2019•Update: 12 Juli 2019
Diyar Guldogan
ANKARA
Presiden Dewan Eropa menyuarakan dukungan untuk kedaulatan dan integritas wilayah Georgia.
"Uni Eropa berdiri bersama Georgia dalam solidaritas dan komitmen penuh terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Anda," kata Donald Tusk setelah pertemuan dengan Presiden Georgia Salome Zourabichvili, Kamis.
Tusk mengatakan bahwa dia dan Zourabichvili membahas hubungan Uni Eropa-Georgia dan upaya untuk meningkatkannya lebih lanjut.
"Georgia adalah mitra dan teman penting Uni Eropa," tambah dia.
Bekas republik Soviet itu telah lama mengajukan diri untuk menjadi anggota Uni Eropa dan NATO, aspirasi yang kemudian diperumit oleh invasi Rusia 2008 yang menyebabkan pemisahan Abkhazia dan Ossetia Selatan dari kendali Tbilisi.
Tusk mengatakan fakta bahwa Georgia dapat melakukan perjalanan bebas visa ke Eropa, dan begitu juga warga Uni Eropa ke Georgia, membawa kedua negara lebih dekat dengan satu sama lain.
"Dalam konteks perjalanan bebas visa, kami sepakat tentang perlunya peningkatan, upaya bersama untuk secara efektif menangani tantangan saat ini," tutur dia.
Dia menambahkan bahwa hubungan Uni Eropa-Georgia dibangun di atas nilai-nilai bersama.
"Aset terbesar Georgia terletak pada komitmennya yang ditunjukkan pada reformasi demokratis dan supremasi hukum," pungkas Tusk.
Presiden Dewan Eropa itu juga menghadiri Konferensi Internasional Batumi, di mana dia berbicara tentang perlunya persatuan Georgia.