Muhammad Abdullah Azzam
06 November 2019•Update: 07 November 2019
Gülşen Topçu
ZIKAR, Irak
Pengunjuk rasa di Irak membakar rumah tiga anggota parlemen di provinsi Zikar, bagian selatan Irak.
Para pengunjuk rasa ini menuntut kondisi hidup yang lebih baik dan menyelesaikan krisis listrik serta pengangguran
Para demonstran di Zikar membakar rumah Naji al-Saidi, salah satu anggota parlemen dari Koalisi Sairun, Muna al-Ghurabi, anggota parlemen dari Koalisi Koalisi al-Fatah dan Zainab al-Hazraji, anggota parlemen dari Koalisi I'tilāf Dawlat El-Kanun, lapor sumber keamanan di provinsi Zikar.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tim pertahanan sipil tengah berusaha memadamkan api di rumah-rumah yang terbakar itu.
Irak telah diguncang gelombang protes sejak bulan lalu yang menentang praktik korupsi, tingginya angka pengangguran, dan minimnya layanan dasar.
Kemarahan warga Irak meningkat dalam beberapa tahun terakhir karena tingginya angka pengangguran dan korupsi yang merajalela.
Banyak warga tidak memiliki akses ke layanan dasar seperti listrik dan air bersih.
Menurut Bank Dunia, Irak memiliki tingkat pengangguran di kalangan pemuda sekitar 25 persen.
Negara itu juga menempati peringkat ke-12 sebagai negara paling korup di dunia berdasarkan hasil survei sejumlah organisasi transparansi.
Misi Bantuan PBB untuk Irak (UNAMI) mengatakan 254 orang tewas di tengah protes anti-pemerintah di Irak yang dimulai sejak awal Oktober.