Maria Elisa Hospita
22 November 2018•Update: 23 November 2018
Kasim Ileri
WASHINGTON
CEO Washington Post Fred Ryan mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang tak akan menghukum Arab Saudi karena membunuh jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi.
"Ini adalah sebuah pesan yang jelas dan berbahaya dari seorang tiran: Suguhkan uang di hadapan presiden Amerika Serikat, maka Anda akan lolos dari jeratan hukum," ujar Ryan dalam sebuah tulisan opini yang diterbitkan pada Rabu.
Ryan menyebut pernyataan dukungan Trump ke Arab Saudi "aneh, tak akurat, dan bertele-tele".
Lewat sebuah pernyataan yang dirilis oleh Gedung Putih pada Selasa, Trump berkata: "Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammad bin Salman dengan tegas menyangkal tahu-menahu tentang perencanaan ataupun eksekusi Khashoggi. Badan-badan intelijen kami terus meninjau semua informasi, tetapi kita tidak tahu apakah putra mahkota tahu soal peristiwa tragis ini. Mungkin dia tahu, tapi mungkin juga tidak!"
Trump menyatakan bahwa AS membutuhkan Arab Saudi karena minyaknya, kesediaannya untuk melawan Iran, dan kemampuannya melawan terorisme di wilayah tersebut.
Khashoggi, seorang kolumnis Saudi untuk Washington Post, menghilang sejak memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Setelah mengklaim bahwa Khashoggi sudah meninggalkan gedung konsulat, beberapa minggu kemudian, otoritas Saudi akhirnya mengakui bahwa jurnalis itu dibunuh di dalam konsulat.
Hingga saat ini, sebanyak 21 orang, termasuk staf keamanan, ditahan di Arab Saudi karena diduga terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.
"Presiden Trump menutup-nutupi pembunuhan brutal Jamal Khashoggi oleh pemerintah Saudi," tandas Ryan.
Baru-baru ini, CIA merilis sebuah laporan yang menyimpulkan bahwa Mohammed bin Salman telah menginstruksikan pembunuhan Khashoggi.