Chandni
28 Maret 2018•Update: 29 Maret 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Pendiri Facebook Mark Zuckerberg tidak akan hadir untuk memberikan barang bukti kepada komite investigasi parlemen Inggris yang mendalami fenomena berita palsu, katanya lewat sebuah surat.
Kepala kebijakan publik Facebook, Rebecca Stimson, menuliskan surat yang dialamatkan ke anggota parlemen Damian Collins dan mengatakan Zuckerberg siap mengirimkan salah satu wakilnya untuk tugas tersebut.
Stimson mengatakan wakilnya itu merupakan "bawahan langsung Zuckberg dan merupakan pegawai senior Facebook". Kedua wakil itu juga dikatakan "memiliki pengetahuan mendalam mengenai isu-isu ini dan sanggup menjawab pertanyaan komite mengenai masalah yang rumit".
Komite investigasi meminta Zuckerberg memberikan barang bukti menyusul dugaan bahwa perusahaan analisis data Cambridge Analytica menyalah gunakan informasi jutaan pengguna Facebook.
Pekan lalu, Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan dia mengharapkan "kerja sama sepenuhnya" dari Facebook dan Cambridge Analytica dalam investigasi mengenai metode pengambilan data dan mempengaruhi proses demokrasi di sejumlah negara.
"Tuduhan ini sangat mengkhawatirkan; mereka harus benar-benar diselidiki," kata May di hadapan anggota parlemen.
Cambridge Analytica berada di tengah pusat skandal kebocoran data ini sejak mantan pegawai mereka, Christopher Wylie, membeberkan bahwa dia merancang perangkat lunak untuk mempengaruhi pilihan pemilu.
Surat kabar The New York Times mengatakan Cambridge Analytica menggunakan informasi pribadi dari sekitar 50 juta pengguna Facebook untuk mempengaruhi hasil pemilu AS 2016 yang dimenangkan oleh Donald Trump.
Sejauh ini, Cambridge Analytica mengatakan sudah memecat sementara CEO Alexander Nix dan meluncurkan investigasi independen terkait perannya dalam kebocoran data itu.