Servet Günerigök
13 April 2021•Update: 14 April 2021
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Presiden Joe Biden dan ibu negara Jill Biden pada Senin memperingati awal bulan suci Ramadan di Amerika Serikat dan menyampaikan salam kepada warga Muslim.
"Jill dan saya mengirimkan salam hangat dan harapan terbaik kami kepada komunitas Muslim di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Ramadan Kareem," kata Biden dalam sebuah pernyataan.
"Karena banyak orang Amerika mulai berpuasa besok, kami diingatkan betapa sulitnya tahun ini. Dalam pandemi ini, teman dan orang yang dicintai belum bisa berkumpul bersama dalam perayaan, dan terlalu banyak keluarga yang akan duduk untuk buka puasa tanpa orang yang dicintai, "kata pernyataan itu.
Pesan Biden disampaikan pada malam pertama Ramadan, ketika semua Muslim di negara itu melakukan salat tarawih pertama.
Presiden memuji kontribusi Muslim Amerika di negara itu, yang menurut dia telah menciptakan pekerjaan sebagai pengusaha dan pemilik bisnis, mempertaruhkan hidup mereka sebagai responden pertama, mengajar di sekolah serta memerangi Covid-19.
"Muslim Amerika telah memperkaya negara kami sejak pendirian kami. Mereka sangat beragam dan bersemangat seperti Amerika yang telah mereka bantu bangun," ujar dia.
Namun, Biden mengatakan Muslim Amerika terus menjadi sasaran persekusi, fanatisme dan kejahatan rasial dan pemerintahannya akan berupaya untuk melindungi hak dan keselamatan semua orang.
"Prasangka dan serangan ini salah. Itu tidak bisa diterima. Dan itu harus dihentikan. Tak seorang pun di Amerika harus hidup dalam ketakutan untuk mengungkapkan keyakinannya," katanya.
Dia juga berjanji untuk membela hak asasi manusia di mana saja, termasuk bagi Uyghur di China, Rohingya di Myanmar dan komunitas Muslim di seluruh dunia.
“Sementara kita mengenang orang-orang yang hilang sejak Ramadan lalu, kami berharap untuk hari-hari yang lebih cerah ke depan. Al-Qur'an mengingatkan kita bahwa 'Tuhan adalah cahaya langit dan bumi' yang membawa kita keluar dari kegelapan menuju terang," ungkap dia.
Tahun ini, Gedung Putih akan mengadakan perayaan Idul Fitri secara virtual karena pandemi Covid-19 dan presiden mengatakan dia dan ibu negara berharap untuk melanjutkan perayaan Idul Fitri Gedung Putih secara langsung tahun depan.
"Kami berharap ini menjadi bulan yang menginspirasi dan bermanfaat bagi keluarga Anda," pungkas dia.