Maria Elisa Hospita
25 Juli 2018•Update: 26 Juli 2018
Ayhan Şimşek
BERLIN
Badan intelijen Jerman pada Selasa mengungkapkan bahwa kelompok-kelompok teror yang menargetkan Turki telah menambah aktivitas sekaligus pengikutnya di Jerman.
Anggota kelompok teror PKK telah mencapai 14.500 orang pada tahun 2017.
"PKK masih menjadi organisasi ekstremis terbesar di Jerman dalam hal anggota dan efisiensi," kata BfV dalam laporan tahunannya.
Kelompok itu telah mengumpulkan lebih dari EUR14 juta (USD16,4 juta) di Jerman, dan EUR25 juta (USD29,2 juta) di seluruh Eropa, dalam berbagai kampanye tahun lalu.
Selama beberapa tahun terakhir, PKK telah berulang kali mengubah namanya. "Meskipun begitu, kekerasan masih menjadi pilihan ideologi PKK," tambah intelijen dalam laporannya.
PKK telah dilarang di Jerman sejak tahun 1993, tetapi masih berhasil mendirikan beberapa organisasi rahasia di negara itu, dan menggunakannya untuk perekrutan, propaganda, dan penggalangan dana.
Ankara telah berulang kali mengkritik otoritas Jerman karena tidak mengambil langkah-langkah serius, dan justru membiarkan PKK dan organisasi teroris lainnya menyerang Turki.
Laporan itu menyebutkan bahwa organisasi teror sayap kiri juga telah berhasil membentuk jaringan di Jerman.
- Kelompok lain
DHKP-C memiliki 650 simpatisan di Jerman dan telah melancarkan propaganda yang signifikan melalui beberapa asosiasinya.
Menurut laporan BfV, hingga akhir tahun lalu, dua organisasi teroris terlarang lainnya, TKP/ML memiliki 1.300 anggota dan MLKP memiliki 600 anggota di negara itu.
Keengganan Berlin untuk mengambil tindakan keras terhadap kelompok teroris anti-Turki menjadi sumber ketegangan utama antara kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.
Politikus Turki juga telah mengecam Jerman yang menjadi tempat perlindungan yang aman bagi para anggota Organisasi Teroris Fetullah (FETO) yang mendalangi percobaan kudeta tahun 2016.
Dalam laporan tahunannya, BfV menyebutkan bahwa Turki memandang organisasi FETO yang berbasis di AS bertanggung jawab atas percobaan kudeta itu, namun tidak memberikan informasi rinci tentang aktivitas kelompok tersebut.
Selama dua tahun terakhir, sekitar 14.000 terduga anggota FETO tiba di Jerman. Ratusan dari mereka diberikan hak suaka.
Meskipun Turki berulang kali memperingatkan Jerman, namun Berlin tak kunjung melarang kelompok itu, karena dinilai tidak berbahaya.
Di Jerman - yang menampung lebih dari tiga juta imigran dari Turki - FETO memiliki jaringan besar dengan puluhan sekolah swasta, bisnis, dan media.