Muhammad Abdullah Azzam
28 Januari 2019•Update: 28 Januari 2019
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Presiden Majelis Nasional Venezuela Juan Guaido yang mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara di negaranya dikabarkan tengah melakukan pembicaraan dengan pihak militer untuk menggulingkan Nicolas Maduro dari kursi kepresidenan.
Pembicaraan tersebut disampaikan oleh Guaido dalam wawancara dengan harian Washington Post mengenai perkembangan terakhir di Venezuela.
Guaido mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu dengan para jenderal dan pejabat sipil yang bersimpati kepadanya untuk menjatuhkan Maduro.
Dia mengatakan bahwa posisi Maduro tidak sah dan Maduro harus menyerahkan jabatannya.
Guaido menjelaskan dirinya terus berhati-hati dalam melakukan pertemuan dengan pihak-pihak di dalam militer karena berbagai ancaman.
Dia juga menyambut baik atase militer Kedutaan Besar Venezuela di Washington yang memutuskan untuk mendukung pihak oposisi.
Di sisi lain, Guaido mencatat bahwa pihaknya tengah melakukan persiapan menunjuk perwakilan ke negara-negara lainnya.
Baru-baru ini, Guaido menunjuk Carlos Vecchio - yang dikenal dengan perlawanannya terhadap Maduro dan berlindung ke Amerika Serikat pada 2014, sebagai duta besar pemerintah sementaranya untuk AS.
Pemimpin oposisi Venezuela Guaido juga menekankan bahwa dirinya telah mendapatkan dukungan dari beberapa politisi Amerika, untuk itu dia telah bertemu dengan Senator negara bagian Illinois, Dick Durbin, Senator negara bagian Florida, Marco Rubio dan Senator dari New Jersey, Robert Menendez.
Venezuela telah diguncang oleh protes sejak 10 Januari ketika Presiden Nicolas Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua menyusul boikot pemilihan oleh oposisi.
Pada hari Rabu, Guaido, pemimpin Majelis Nasional Venezuela yang dipimpin oposisi, menyatakan dirinya sebagai presiden.
Presiden A.S. Donald Trump mengakui Guaido sebagai presiden negara tersebut.
Maduro dengan cepat membalas, memutuskan hubungan diplomatik dengan Washington dan memberikan waktu 72 jam kepada para diplomat A.S. untuk meninggalkan negara itu.
Dia telah berulang kali mengecam di A.S., mengatakan Washington mengobarkan perang ekonomi terhadapnya dan pemerintahnya di tengah kampanye sanksi.
Brasil dan Organisasi Negara-negara Amerika mengakui Guaido sebagai pemimpin Venezuela sebelum pengumuman resminya.
Argentina, Kanada, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, Guatemala, Panama, dan Paraguay mengikutinya sementara Bolivia dan Meksiko terus mengakui Maduro.
Beberapa negara Amerika Selatan, Rusia, Turki, Cina dan Iran juga telah menyatakan solidaritas dengan Maduro.
Inggris, Jerman, Prancis dan Spanyol - mengambil sikap yang sama terhadap presiden terpilih Venezuela dan meminta Maduro untuk mengumumkan pemilihan baru dalam delapan hari ke depan untuk meredakan krisis politik saat ini di negara Amerika Selatan.