Politik, Dunia

Beijing dan Washington bahas ulang jadwal kunjungan Trump

China menyatakan tetap menjalin komunikasi dengan Amerika Serikat terkait rencana kunjungan Presiden Donald Trump

18.03.2026 - Update : 18.03.2026
Beijing dan Washington bahas ulang jadwal kunjungan Trump

BEIJING

Pemerintah China menyatakan tetap menjalin komunikasi dengan Amerika Serikat terkait rencana kunjungan Presiden Donald Trump ke Beijing, yang kemungkinan mengalami penundaan dari jadwal semula.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan komunikasi antara kedua negara terus berlangsung untuk mengatur kunjungan tersebut.

“Diplomasi antar kepala negara memiliki peran yang tidak tergantikan dalam memberikan arah strategis bagi hubungan China dan Amerika Serikat,” kata Lin dalam konferensi pers di Beijing.

Ia menambahkan bahwa kedua pihak akan terus berkomunikasi terkait rencana kunjungan Trump, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Sementara itu, Trump menyatakan bahwa jadwal kunjungannya ke China sedang disesuaikan dan diperkirakan akan berlangsung sekitar lima pekan ke depan.

“Kami sedang bekerja sama dengan China,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, seraya menambahkan bahwa ia menantikan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping.

Trump juga menyebut hubungan ekonomi antara kedua negara berada dalam kondisi yang sangat baik.

Sebelumnya, Gedung Putih mengumumkan bahwa Trump dijadwalkan melakukan kunjungan tiga hari ke China mulai 31 Maret hingga 2 April.

Namun, rencana tersebut mengalami penundaan di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.

Trump sebelumnya menyatakan keinginannya untuk tetap berada di Amerika Serikat karena situasi perang yang sedang berlangsung.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari yang dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk, sekaligus mengganggu pasar global dan sektor penerbangan.

Teheran juga dilaporkan menutup Selat Hormuz sejak 1 Maret, sehingga mendorong Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya, termasuk China, untuk membantu membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın