Rhany Chairunissa Rufinaldo
02 Februari 2021•Update: 03 Februari 2021
Ruslan Rehimov
BAKU, Azerbaijan
Otoritas Azerbaijan mengatakan tentara Armenia melanggar gencatan senjata di sepanjang perbatasan pada Selasa pagi.
Menurut pernyataan dari Dinas Perbatasan Negara Azerbaijan, pos-pos perbatasan dan pertempurannya diserang oleh tentara Armenia dari Desa Ashagi Askipara yang diduduki di wilayah Gazakh, Azerbaijan. Pasukan Armenia menggunakan senapan mesin untuk menembak sebanyak 20 kali.
Hubungan antara bekas republik Soviet di Armenia dan Azerbaijan tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, yang diakui secara internasional sebagai wilayah Azerbaijan, dan tujuh wilayah yang berdekatan lainnya.
Ketika bentrokan baru meletus pada 27 September 2020, tentara Armenia melancarkan serangan terhadap warga sipil dan pasukan Azerbaijan serta melanggar beberapa perjanjian gencatan senjata kemanusiaan.
Selama konflik 44 hari, Azerbaijan membebaskan beberapa kota dan hampir 300 pemukiman dan desa dari pendudukan selama hampir tiga dekade.
Meskipun kesepakatan 10 November mengakhiri konflik tersebut, tentara Armenia beberapa kali melanggar perjanjian dan membunuh beberapa tentara Azerbaijan dan seorang warga sipil, menurut Kementerian Pertahanan Azerbaijan.
Pada Sabtu, pasukan Turki dan Rusia mulai memantau gencatan senjata di Nagorno-Karabakh.
Langkah itu terjadi setelah kedua negara menandatangani nota kesepahaman setelah gencatan senjata untuk mendirikan pusat bersama di wilayah Azerbaijan yang dibebaskan dari pendudukan Armenia untuk memantau gencatan senjata.