Istanbul
ISTANBUL
Organisasi media profesional Turki pada Kamis mengecam Reuters atas publikasi sebuah foto yang digunakan untuk mendiskreditkan Turki.
Reuters merilis sebuah laporan yang mengatakan Turki dan Prancis akan melonggarkan pembatasan terkait virus korona mulai 1 Juli.
Foto yang digunakan oleh Reuters dianggap organisasi media profesional Turki sebagai "operasi penggiringan persepsi publik".
Terkait kondisi Prancis, Reuters memperlihatkan gambar turis yang kembali ke Paris sehubungan dengan pelonggaran pembatasan di negara itu. Lantas pasangan itu melanjutkan bulan madu mereka setelah terputus karena pandemi.
Namun dalam sebuah laporan terkait Turki, sebuah gambar yang digunakan oleh Reuters menunjukkan seorang pemulung kertas di depan toko-toko yang tutup.
Gambar itu, diduga diambil di Turki, dikritik oleh para wartawan, organisasi pers profesional dan masyarakat Turki, yang berpendapat bahwa itu "dimanipulasi" dan "tidak ada kaitannya dengan situasi saat ini di Turki."
Ketua Asosiasi Media Turki Ekrem Kiziltas mengatakan laporan Reuters itu melanggar prinsip jurnalistik.
“Kantor berita internasional harus belajar tentang objektivitas,” kata Kiziltas.
Kepala Platform Komunikasi, Yusuf Ziya Catakli mengatakan, "Orang-orang yang membuat berita ini adalah warga negara Turki dari Reuters yang bekerja di Turki. Ini adalah hal yang menyedihkan. Mereka mencoba menampilkan foto ini ke dunia dan mereka memilihnya secara khusus. ”
