Meltem Bulur
25 Januari 2018•Update: 26 Januari 2018
Meltem Bulur
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengusulkan sebuah zona aman seluas 30 kilometer di Afrin, Suriah, menurut sumber diplomatik pada Rabu.
Cavusoglu bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson saat menghadiri pertemuan menteri luar negeri yang diadakan di Paris pada hari Selasa lalu.
Afrin menjadi agenda utama pertemuan Cavusoglu dan Tillerson, kata sumber yang tak ingin disebutkan namanya karena pembatasan berbicara dengan media tersebut.
Tillerson mengatakan kepada Cavusoglu bahwa zona aman seluas 30 km yang diusulkan akan mengatasi masalah keamanan Turki, sumber tersebut menambahkan.
Dalam pertemuan tersebut, menteri luar negeri dan diplomat dari 24 negara mendukung sejumlah komitmen yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama dalam perang melawan senjata kimia, di tengah laporan dugaan serangan yang menggunakan senjata terlarang di Suriah tersebut.
Turki pada Sabtu lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.
Afrin menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa pertempuran pada Juli 2012 silam.