28 Juli 2017•Update: 28 Juli 2017
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa pihaknya telah berhenti mendukung kelompok pemberontak di selatan Suriah setelah memperingatkan pasukan sekutunya untuk melawan Daesh sendiri, Kamis.
Keputusan tersebut diambil setelah Syuhada al-Qaryatain menggelar operasi bersenjata sepihak melawan pemberontak tak dikenal di Suriah, yang dilaporkan memiliki kedekatan dengan Bashar al-Assad.
Juru bicara koalisi Kolonel Ryan Dillon mengatakan kepada wartawan di Pentagon bahwa pasukan sekutu harus “melawan ISIS dan hanya melawan ISIS saja” – merujuk kepada nama lain untuk Daesh.
“Mereka mengejar tujuan lain yang tidak sejalan dengan perang melawan ISIS. Memerangi rezim bisa menjadi salah satu tujuannya,” jelas Dillon.
AS telah mempertahankannya di Suriah untuk satu tujuan, mengalahkan Daesh.
“Kami telah membicarakan hal ini dengan mereka dan membuat mereka paham bahwa kami tidak akan mendukung mereka lagi jika mereka ingin mengejar tujuan lain selain memerangi ISIS. Jadi, itulah yang kami lakukan. Kami tidak akan lagi mendukung kelompok khusus tersebut,” tegas Dilon.
Washington akan berupaya mengambil kembali alat-alat yang sebelumnya dipasok untuk Syuhada al-Qaryatain.
Pemberhentian bantuan militer ini menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri program rahasia CIA untuk melatih dan mempersenjatai pemberontak Suriah.