Muhammad Abdullah Azzam
23 Februari 2018•Update: 24 Februari 2018
Muhammed Bilal Kenasari
WASHINGTON (AA) – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengecam serangan rezim Assad dan Rusia terhadap sipil di Ghouta Timur, Suriah.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan, "Lebih dari 400 warga sipil terbunuh dengan sadis oleh rezim di Suriah. Seperti yang anda semua tahu rezim Assad di Suriah didukung oleh Rusia dan Iran,” ungkap dia.
Nauert mengatakan bahwa Rusia bertanggung jawab atas tragedi kemanusiaan di Ghouta Timur.
Jubir Nauert mengatakan, peristiwa-peristiwa yang terjadi di Ghouta timur menunjukan bahwa perundingan perdamaian yang diadakan di Kazakhstan yang dikenal sebagai Proses Astana telah gagal. Oleh karena itu AS dan negara lainnya hanya mendukung pertemuan di Jenewa.
Nauert menjelaskan bahwa rezim kembali berdiri tegak atas dukungan Rusia sejak tahun 2015. Menurut berbagai laporan, Rusia telah memberikan pasokan peralatan militer kepada rezim di Suriah.
Wakil juru bicara Gedung Putih, Raj Shah mengatakan bahwa Gedung Putih terus mengikuti perkembangan di lapangan.
Shah mengatakan, Bashar al-Assad memang telah melakukan kejahatan perang, dengan menggunakan senjata kimia untuk melawan rakyatnya sendiri.
“Assad telah melakukan hal-hal yang tak masuk akal, dan dia didukung Rusia. Kami tak ingin ini terus berlanjut,” ujar Shah.