Safvan Allahverdi
29 Desember 2017•Update: 30 Desember 2017
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Pemerintah AS mengecam serangan bunuh diri di Kabul pada Kamis yang menewaskan 41 orang, dengan korban mayoritas warga sipil.
"Amerika Serikat mengecam keras serangan barbar ini di pusat budaya masyarakat di Kabul, Afganistan, dan menawarkan simpati yang mendalam bagi korban dan keluarga mereka," tulis sebuah pernyataan yang dirilis Gedung Putih.
Ledakan bom itu terjadi di area Dasht-e-Barchi yang menampung sebuah kantor berita dan pusat budaya sekitar pukul 10.30 waktu setempat.
Wakil juru bicara Kementerian Dalam Negeri Nasrat Rehimi mengatakan kepada Anadolu Agency selain puluhan korban tewas terdapat juga 80 korban luka.
Dua anak-anak berada di antara mereka yang tewas, kata juru bicara Kementerian Kesehatan.
Pernyataan dari AS mengatakan mereka tetap mendukung pemerintah dan penduduk Afghanistan serta akan bekerja sama dengan koalisi pemerintahan persatuan nasional untuk mengadili pelaku "serangan keji" ini.
"Musuh-musuh Afganistan tidak akan berhasil menghancurkan negara itu dan memecah-belah warganya, yang tangguh dan berkomitmen mencapai kedamaian dan stabilitas," lanjut pernyataan itu.
Kantor berita milik kelompok teroris Daesh, Amaq News Agency, mengklaim mereka dalang di balik serangan itu.