Muhammad Abdullah Azzam
21 Februari 2018•Update: 22 Februari 2018
Muhammed Bilal Kenasari
WASHINGTON
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Heather Nauert pada konferensi pers menyatakan keprihatinan AS mengenai serangan yang dilakukan rezim Bashar Assad di Ghouta Timur.
"Kami sangat prihatin dengan apa yang terjadi di Ghouta Timur," kata Nauert.
Nauert mengungkapkan bahwa laporan baru-baru ini menunjukkan bahwa serangan udara rezim dan pendukungnya menargetkan daerah sipil langsung, seperti rumah sakit dan perumahan warga.
Nauert mencatat, akibat dari serangan-serangan itu lebih dari seratus orang terbunuh dalam 48 jam terakhir.
Beberapa hari, kata Nauert, rezim menambahkan serangannya ke daerah pemukiman.
"Rezim Assad menerapkan taktik pengepungan yang menyebabkan ribuan orang dibiarkan kelaparan, dan ini merupakan bencana kemanusiaan,” ujar Nauert.
Nauert mengatakan bencana kemanusiaan yang terjadi di Aleppo Timur sekarang kembali terulang di Ghouta Timur.
Nauert juga memuji petugas kesehatan dan relawan yang bertugas di wilayah itu. “Mereka berusaha untuk menyelamatkan warga sipil dengan mempertaruhkan nyawa mereka,” ungkap dia.
Nauert menyebut bahwa Rusia harus menggunakan pengaruhnya terhadap rezim Assad untuk menghentikan pembunuhan ini.