Maria Elisa Hospita
06 April 2020•Update: 14 April 2020
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Sementara hampir semua kantor berita terkemuka di dunia berasal dari negara Barat, Anadolu Agency hadir untuk bersaing dengan tekad dan profesionalisme yang sama.
Dalam pesan solidaritas untuk memperingati hari jadi Anadolu Agency yang ke-100, pejuang Kashmir di Amerika Serikat, Ghulam Nabi Fai, menyampaikan ucapan selamat dari orang-orang di perbatasan Jammu dan Kashmir.
"Ini benar-benar peristiwa yang sangat penting, tonggak sejarah di bidang jurnalisme," ujar Fai yang juga menjabat sebagai sekretaris jenderal Forum Kesadaran Kashmir Dunia.
Menurut dia, Anadolu Agency telah menyampaikan suara-suara dari kaum marjinal yang luput dari sorotan kantor-kantor berita lainnya.
"Orang-orang Rohingya, Gaza, Suriah, dan Kashmir, merasa bahwa kebanyakan kantor berita tidak merepresentasikan kelompok mereka dengan tepat," tambah Fai.
"Eksistensi Anadolu Agency adalah sepercik harapan bagi jutaan orang yang putus asa. Oleh karena itu, sudah sepatutnya Anadolu Agency mendapat apresiasi dari ratusan juta orang yang tertindas di seluruh dunia," kata dia lagi.
Fai menambahkan bahwa komunitas dunia telah mengalami perubahan besar-besaran selama satu abad terakhir sejak Anadolu Agency berdiri pada 6 April 1920.
Wilayah yang diperebutkan
Sebagian wilayah Jammu dan Kashmir dikuasai oleh India dan Pakistan, tetapi diklaim penuh oleh keduanya.
Sejak dipartisi pada 1947, kedua negara itu telah berperang tiga kali - pada 1948, 1965, dan 1971 - dan dua di antaranya memperebutkan Kashmir.
Sejumlah kelompok Kashmir di Jammu dan Kashmir telah melakukan pemberontakan atas India. Mereka menuntut kemerdekaan atau unifikasi dengan Pakistan.
Menurut beberapa organisasi HAM, sejak 1989, ribuan orang tewas dalam konflik itu.