Politik, Dunia, Berita analisis

'Pakistan dan Turki memiliki hubungan yang membuat iri'

Petinggi militer mengatakan kedua negara berbagi visi yang sama untuk menjaga stabilitas, perdamaian, kemakmuran di kawasan dan dunia Muslim

Rhany Chairunissa Rufinaldo   | 14.01.2021
'Pakistan dan Turki memiliki hubungan yang membuat iri' Persahabatan Turki - Pakistan semakin kuat (Foto file - Anadolu Agency)

Ankara

Mehmet Ozturk, Faruk Tokat

ANKARA 

Pemimpin Angkatan Udara Pakistan mengatakan negaranya dan Turki menikmati hubungan yang unik dan membuat iri.

"Hubungan kami unik dan membuat iri, tidak hanya di sini di Pakistan dan Turki, tetapi di seluruh dunia mereka melihat kami seperti itu," kata Marsekal Mujahid Anwar Khan kepada Anadolu Agency dalam sebuah wawancara eksklusif.

Khan mengatakan bahwa dia melihat Turki sebagai rumah kedua.

"Menurut pendapat jujur saya, kita adalah dua negara, satu bangsa," ujar dia.

Khan menekankan bahwa kedua negara melakukan banyak hal secara serempak di semua bidang kehidupan mulai dari kepemimpinan politik hingga militer dan kontak orang ke orang.

Dia juga menambahkan bahwa hubungan bilateral yang mengakar terus meningkat hingga saat ini.

Selain berbagi budaya dan keyakinan yang sama, negara persaudaraan Pakistan dan Turki juga memiliki kesamaan dalam tantangan yang mereka hadapi di wilayah dan kepentingan mereka.

"Nilai-nilai ini, hubungan ini ditanamkan dalam diri kami," kata Khan.

Dia menyarankan kedua negara untuk meningkatkan hubungan lebih jauh dan menyerahkannya kepada generasi masa depan.

Menekankan dukungan Islamabad untuk Ankara dalam isu Siprus dan masalah regional lainnya, Khan mengatakan negaranya mendukung Turki dalam perangnya melawan terorisme.

Dia mengatakan bahwa Pakistan menyadari tantangan keamanan yang dihadapi Turki di perbatasannya dan tahu bahwa Daesh/ISIS dan PKK/YPG adalah bahaya yang jelas dan nyata.

“Kita perlu kolaborasi dan kerja sama untuk mengatasi tantangan ini,” ungkap dia, mencatat bahwa Pakistan juga memiliki tantangan serupa di perbatasannya.

Khan mengatakan Pakistan dan Turki juga memiliki kesamaan visi yaitu menjaga stabilitas kawasan, perdamaian dan kemakmuran.

Menurut dia, visi ini memanifestasikan dirinya dengan dukungan Turki kepada Azerbaijan dalam perjuangan untuk membebaskan tanahnya dari pendudukan Armenia selama hampir tiga dekade.

Kerja sama pertahanan

"Saya menghargai hubungan yang terus meningkat antara Pakistan dan industri pertahanan Turki," kata Khan tentang kerja sama kedua negara di bidang tersebut.

Mengutip kunjungan tingkat tinggi di bidang pertahanan yang berlangsung secara rutin di kedua negara, Khan menyebut kerja sama pertahanan bilateral mereka sebagai sebuah teladan.

Menyinggung peran Turki dalam kemenangan Azerbaijan atas tentara Armenia, dia mengatakan drone bersenjata Ankara adalah kunci pembebasan wilayah.

"Saya pikir itu adalah salah satu katalisnya, UAV [kendaraan udara tanpa awak] memainkan perannya dalam mengamankan pembebasan wilayah pendudukan."

Khan mencatat bahwa Pakistan juga mencapai kemajuan signifikan dalam industri pertahanan dan kedua negara harus melanjutkan kerja sama di lapangan.

“Kita perlu lebih memperkuat kerja sama pertahanan kita,” ujar dia, menambahkan bahwa kedua negara dapat saling belajar.

Khan mengatakan kerja sama militer harus dibangun di atas kerja sama ekonomi.

Dia menambahkan bahwa proyek bersama, latihan, produksi, pelatihan, dan berbagi teknologi adalah bidang kerja sama utama antara kedua negara.


Masalah Kashmir

Khan mengatakan saat dunia bergeser dari unipolaritas ke multipolaritas, hal itu membawa tantangan baru.

“Sayangnya, kepentingan ekonomi lebih disukai secara global daripada nilai moral dan etika kemanusiaan,” kata dia.

Marsekal angkatan udara itu menambahkan bahwa situasi di Palestina, Kashmir dan Azerbaijan adalah contoh yang jelas dari itu.

Khan juga berterima kasih kepada presiden, menteri luar negeri dan ketua parlemen Turki atas pernyataan dukungan mereka tentang masalah Kashmir di berbagai forum internasional karena masalah yang belum terselesaikan masih menjadi tantangan bagi komunitas global.

Dia mengatakan bahwa karena Pakistan ingin memiliki hubungan persahabatan dengan para tetangga, negara itu mengulurkan tangan persahabatan ke India berkali-kali tetapi New Delhi menolaknya.

Menyoroti proksi India di Afghanistan, Khan mengatakan mereka mencoba untuk mengguncang negara itu dan proksi India berada di balik semua kegiatan teroris sporadis.

Mengenai serangan udara India di Pakistan pada Februari 2019, dia menyebut insiden itu kesalahan besar dan mengatakan bahwa kecelakaan itu adalah langkah bermotivasi politik oleh Perdana Menteri India Narendra Modi, yang ingin memenangkan pemilihan.

Khan mengatakan India tidak menghormati integritas teritorial negara tetangga dan itu adalah tindakan perang.

“Pakistan harus menanggapi dan tanggapan kami sangat keras dan jelas,” tegas dia, menambahkan bahwa India perlu belajar dari insiden tersebut.

Dinamika kawasan

Menyoroti hubungan baik Pakistan dengan tetangganya China, yang merupakan kekuatan dunia baru dan raksasa ekonomi, Khan mengatakan kedua negara saling mendukung dalam banyak bidang mulai dari politik hingga militer.

“Koridor Ekonomi China-Pakistan adalah proyek ekonomi dan perdagangan. Ini akan membawa perdamaian, kemakmuran dan stabilitas di kawasan itu," kata dia.

Menyinggung soal perkembangan di Afghanistan, Khan mencatat bahwa Pakistan mendukung proses perdamaian di Afghanistan yang akan mengakhiri perang yang berkepanjangan di negara tersebut.

Dia mengatakan bahwa proses perdamaian akan membawa hasil yang positif di tengah segala tantangan.

"Afghanistan yang stabil adalah kepentingan Pakistan," tambah Khan.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.