Rhany Chairunissa Rufinaldo
07 Oktober 2018•Update: 08 Oktober 2018
Sibel Ugurlu
ISTANBUL
Organisasi hak asasi manusia yang berbasis di London, Amnesty International, pada Sabtu mengumumkan "10 tuntutan menyeluruh" bagi wanita dan anak-anak yang tinggal di kamp-kamp pengungsi Yunani untuk mengatasi pelanggaran hak asasi manusia.
Dalam laporan yang diterbitkan pada Sabtu, pengawas hak asasi manusia itu mengungkapkan bahwa wanita dan anak-anak yang melarikan diri dari penganiayaan dan konflik setelah menghadapi kekerasan dan pelecehan seksual di negara mereka berkumpul dengan harapan untuk kehidupan yang lebih baik di Eropa.
Laporan berjudul "Saya Ingin Memutuskan Masa Depan Saya: Wanita yang Dibuang di Yunani Berbicara" mengungkapkan kondisi dan bahaya mengerikan yang dihadapi wanita dan anak-anak serta perjalanan berbahaya yang mereka hadapi ketika mereka mencapai pulau-pulau atau daratan Yunani .
Laporan itu, yang mencakup wawancara dengan lebih dari 100 wanita dan anak-anak yang tinggal di kamp dan apartemen di dan sekitar Athena dan di kepulauan Yunani, juga menarik perhatian atas tekad luar biasa dari pengungsi wanita dalam mengatasi tantangan.
Berdasarkan kesaksian perempuan dan anak-anak tersebut, laporan itu mengumumkan 10 tuntutan konkrit yang ditujukan untuk mengatasi pelanggaran hak asasi manusia yang dialami oleh pengungsi perempuan.
Menurut laporan itu, penderitaan pengungsi perempuan tidak berakhir ketika mereka tiba di pantai Eropa. Lebih dari 60 persen dari mereka yang tiba di Yunani pada 2018 adalah wanita dan anak-anak.
Terjebak di kamp-kamp yang penuh sesak dan jorok, yang disponsori oleh Uni Eropa di pulau-pulau Yunani, perempuan dan anak-anak terpapar beberapa bahaya, termasuk pelecehan dan kekerasan seksual, tambah laporan itu.
"Kamp-kamp yang penuh sesak telah menyebabkan situasi krisis. Lebih dari 15.500 orang tinggal di kamp lima pulau yang dirancang untuk sekitar 6.400 orang. Ribuan orang dengan kebutuhan khusus, termasuk bayi dan penyandang disabilitas, tinggal di tenda-tenda di sekitar area kamp utama. Kunci kamar mandi dan pencahayaan yang buruk membuat kegiatan sehari-hari seperti pergi ke toilet, mandi atau hanya berjalan di malam hari, menjadi lebih berbahaya bagi wanita dan anak perempuan," menurut laporan itu.
"Ada sekitar 45.500 migran yang tinggal di pusat kota atau kamp-kamp di daratan Yunani. Kondisi kamp-kamp di daratan masih buruk. Tiga kamp yang sebelumnya ditutup karena kurangnya kondisi kehidupan yang manusiawi dibuka kembali dengan alasan tidak ada ruang untuk akomodasi, tanpa membuat peningkatan yang signifikan dalam kondisi kamp, "tambahnya.
"Fakta bahwa pemerintah Eropa telah menghindar untuk menyediakan kondisi yang aman dan legal bagi para pengungsi yang melarikan diri dari perang juga meningkatkan risiko wanita dan anak-anak perempuan menjadi sasaran pelanggaran yang mengerikan," kata Sekjen Amnesty International Kumi Naidoo.
10 tuntutan wanita dan anak-anak tesebut adalah sebagai berikut:
1. Akomodasi yang layak
2. Berhenti menahan orang di pulau-pulau
3. Lindungi perempuan dari risiko kekerasan
4. Lebih banyak penerjemah dan staf Perempuan
5. Akses terhadap informasi
6. Akses penuh terhadap layanan
7. Mendukung ruang yang aman bagi wanita
8. Peluang mata pencaharian
9. Menerima pengungsi dengan tangan terbuka
10. Partisipasi penuh