Rhany Chairunissa Rufinaldo
07 Oktober 2018•Update: 08 Oktober 2018
Burak Karacaoglu dan Ashraf Moussa
IDLIB, Suriah
Kelompok oposisi di Idlib, Suriah barat laut, mengumumkan pada Sabtu bahwa mereka telah mulai menarik senjata berat dari garis depan, sesuai dengan kesepakatan antara Turki dan Rusia.
Naci Mustafa, juru bicara Front Nasional Pembebasan Suriah yang berafiliasi dengan Tentara Pembebasan Suriah (FSA), mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa kelompok-kelompok oposisi mulai menarik senjata berat mereka sesuai dengan perjanjian Sochi di mana Rusia dan Turki setuju untuk menetapkan sebuah zona demiliterisasi.
Mustafa mengatakan bahwa senjata ringan akan tetap ada dan mereka akan terus menggali parit sebagai langkah melawan kemungkinan serangan oleh rezim Assad.
"Penarikan senjata berat sedang dilakukan dengan koordinasi pemerintah Turki," katanya.
Setelah pertemuan di Sochi bulan lalu antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan mitranya dari Rusia Vladimir Putin, kedua negara sepakat untuk membentuk zona demiliterisasi di Idlib, benteng oposisi terakhir Suriah.
Ankara dan Moskow juga menandatangani nota kesepahaman yang menyerukan "stabilisasi" zona de-eskalasi Idlib, di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.
Berdasarkan kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib akan tetap berada di daerah-daerah di mana mereka sudah menetap, sementara Rusia dan Turki akan melakukan patroli bersama di daerah itu dengan maksud untuk mencegah pertempuran baru.
Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011, ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tak terduga.