Rhany Chairunissa Rufinaldo
03 Desember 2018•Update: 04 Desember 2018
Yusuf Ozcan
PARIS
Aksi protes "rompi kuning" yang dimulai sebagai reaksi terhadap tambahan pajak bahan bakar di Prancis telah berubah menjadi gerakan anti-pemerintah.
Para pengunjuk rasa, yang umumnya tinggal di daerah pedesaan karena harga sewa rumah yang tinggi di pusat kota, menuntut Presiden Emmanuel Macron untuk mengurangi pajak bahan bakar dan membuat kebijakan ekonomi yang mengurangi kesulitan hidup mereka.
Menurut sebuah survei, kebijakan penambahan pajak untuk bahan bakar menyulut kemarahan para pengunjuk rasa yang didukung oleh 84 persen warga Prancis.
Demonstran "rompi kuning" mengatakan mereka akan terus turun ke jalan-jalan di seluruh negeri sampai tuntutan mereka dipenuhi.
Polisi Prancis menindak demonstran di sekitar jalan Champs-Elysees di ibu kota Paris dengan gas air mata dan meriam air pada Sabtu.
Demonstran membakar sejumlah kendaraan dan tempat sampah serta melempari polisi dengan batu dan botol.
Mereka menyerukan pengunduran diri Macron dan mencoret-coret tembok dengan slogan-slogan penentangan terhadap sang presiden.
Beberapa dari mereka mencoba melintasi blokade keamanan ke Istana Elysee, tetapi polisi menghadang mereka dengan gas air mata.
Jalanan di sejumlah kota ditutup untuk lalu lintas.
Sementara itu, Polisi di Marseilles bentrok dengan para demonstran yang membakar sejumlah lokasi.
Bentrokan serupa juga terjadi di kota Toulouse.
Para pengunjuk rasa melempar bom molotov ke Kantor Gubernur Distrik Haute-Loire dan menyebabkan kebakaran.
Demonstrasi yang berlangsung pada Sabtu dihadiri oleh 75.000 orang di seluruh penjuru negeri, termasuk ribuan orang di Paris.
Partai-partai oposisi mengkritik pemerintah karena membiarkan kekerasan terjadi selama demonstrasi dan mencoba melemahkan legitimasi para pengunjuk rasa.
Sebanyak 287 orang ditangkap di Paris pada Sabtu, sementara sedikitnya 110 orang, termasuk 17 petugas polisi, terluka.
Sejauh ini, setidaknya dua orang tewas dan 890 orang, termasuk 158 pasukan keamanan, terluka.
Sementara 1.081 orang telah ditahan dan sembilan pengunjuk rasa dijatuhi hukuman empat bulan penjara selama demonstrasi yang berlangsung sejak 17 November.
Berbicara dalam konferensi pers KTT G20 di Buenos Aires pada Sabtu, Macron mengatakan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas serangan terhadap petugas polisi dan perusakan properti akan diminta pertanggungjawaban atas tindakan mereka.
Presiden mengatakan dia tidak akan menerima segala bentuk kekerasan dan siap untuk menegosiasikan tuntutan yang sah dari para demonstran.