Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Perang melawan Taliban terbukti membuat pasukan keamanan Afghanistan kewalahan, dengan korban tewas yang mencapai puluhan orang setiap minggunya.
Taliban meningkatkan serangan bersenjata dan serangan bunuh diri dalam upaya nyata untuk menunjukkan kekuatannya di medan perang.
Bersamaan dengan itu, utusan perdamaian AS di Afghanistan, Zalmay Khalilzad terus melakukan upaya untuk menghentikan permusuhan dengan Taliban.
Minggu lalu, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan lebih dari 28.000 pasukan Afghanistan tewas sejak akhir 2014, ketika mereka mengambil alih tanggung jawab keamanan dari pasukan NATO yang lebih terlatih.
Petugas keamanan di Kabul mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pasukan Afghanistan berhadapan dengan Taliban di sedikitnya 22 dari 34 provinsi di seluruh penjuru negeri.
Taliban juga terus melakukan serangan terhadap pusat-pusat kota besar termasuk ibu kota.
Infiltrasi dalam pasukan keamanan
Infiltrasi terhadap pasukan Afghanistan oleh para pemberontak menewaskan sejumlah orang, termasuk polisi, kepala intelijen dan seorang perwira AS di kota Kandahar pekan lalu.
Javed Ghafor, Juru Bicara Kementerian Pertahanan, menekankan perlunya penyesuaian kembali dalam strategi perang.
Dia mengatakan sejauh ini, telah terjadi perubahan drastis dalam cara pasukan Afghanistan beroperasi.
"Kami telah memindahkan sejumlah pos pemeriksaan yang terpencil dan terisolasi dan telah menggabungkannya ke basis yang lebih besar untuk mengkonsolidasikan kekuatan," katanya.
Pekan lalu, Taliban menyerbu ke sebuah basis, yang baru-baru ini terkonsolidasi, di provinsi Farah yang berbatasan dengan Iran, dan menewaskan 30 personel keamanan.
Pasukan gabungan militer dan polisi yang berjaga di jalan utama Herat-Kandahar, distrik Bala Bulook, diserbu oleh pasukan pemberontak dengan bantuan sedikitnya enam penyusup pada awal bulan ini, menurut Taliban.
Mantan kepala Angkatan Udara Afganistan Jenderal Purnawirawan Atiqullah Amarkhail mengatakan bahwa konsolidasi pos pemeriksaan yang lebih kecil dan jauh adalah ide bagus, tetapi alasan mengapa masih banyak pasukan Afghanistan yang terluka adalah karena kurangnya koordinasi dan rencana cadangan.
“Musuh telah menyerang pos pemeriksaan dalam tiga formasi; satu kelompok menyerang target sementara dua lainnya menunggu di lokasi strategis untuk menyerang bala bantuan. Ini hanya dapat diatasi jika pasukan keamanan memiliki rencana alternatif dan koordinasi yang baik di antara mereka,” katanya.
Menurut Amarkhail, tertundanya pengangkutan tentara yang terluka ke fasilitas kesehatan juga berkontribusi terhadap jumlah korban tewas.
Saling menyalahkan
Pemerintah Kabul menegaskan bahwa serangan-serangan yang dilancarkan oleh Taliban pada dasarnya dilakukan untuk memasuki perundingan damai dari posisi yang kuat.
Pemerintah menyalahkan negara-negara tetangga, terutama Iran dan Pakistan, karena telah mempropagandakan terorisme di Afghanistan untuk menghambat proyek-proyek pembangunan, tuduhan itu dibantah Islamabad dan Teheran.
Komite urusan pertahanan dan keamanan parlemen telah memanggil beberapa menteri yang bersangkutan beberapa kali selama beberapa bulan terakhir untuk mempertanyakan kegagalan mereka.
Nisar Ahmad, ketua komite tersebut, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa meningkatnya korban adalah masalah yang mendesak.
"Pasukan keamanan kami perlu mengubah posisi mereka dari mode bertahan ke mode ofensif yang akan membantu meminimalisasi jumlah korban dan melawan kemajuan para pemberontak," katanya.
Menurut laporan resmi militer, Tentara Nasional Afghanistan diperkuat oleh lebih dari 195.000 pasukan.
"Setiap bulan, 6000 anggota baru bergabung dengan pasukan untuk menunjukkan ketangguhan dalam menghadapi ancaman teror," kata juru bicara Kementerian Pertahanan.
Khalilzad telah bertemu sebanyak dua kali dengan perwakilan Taliban di Qatar dengan harapan untuk memulai kembali pembicaraan sebelum pemilihan presiden 2019.
Sementara itu, sejalan dengan dorongan AS untuk melakukan pembicaraan dengan Taliban, Rusia berhasil melangsungkan Konferensi Moskow mengenai Afghanistan pekan lalu yang dihadiri oleh perwakilan dari pihak-pihak yang terlibat konflik dan sejumlah negara di kawasan termasuk Pakistan dan Iran.
news_share_descriptionsubscription_contact

