Muhammad Abdullah Azzam
29 Juli 2019•Update: 30 Juli 2019
Adam Abu Bashal
ABUJA
Setidaknya 65 orang tewas dalam serangan organisasi teroris Boko Haram di timur laut Nigeria.
Kepala pemerintah Borno, Mohammed Bulama mengatakan kepada wartawan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan dalam upacara pemakaman di desa Nganzai di negara bagian Borno pada Minggu kemarin meningkat menjadi 65 jiwa.
Bulama mengungkapkan serangan itu juga menyebabkan 11 orang terluka. Selain itu sejumlah orang lainnya hilang.
Dalam informasi yang diumumkan sebelumnya, 23 orang tewas dalam serangan tersebut.
Di sisi lain, Presiden Nigeria Muhammad Bukhari menyampaikan belasungkawa kepada para korban yang tewas dalam serangan itu.
Masyarakat setempat dua minggu lalu menggagalkan serangan di desa Badu dekat desa Nganzai. Setidaknya 11 anggota Boko Haram tewas dalam serangan itu.
Boko Haram memulai aksi kekerasan sejak awal 2000-an. Setelah kematian pemimpinnya, Muhammad Yusuf, di tahanan Nigeria pada tahun 2009, kelompok ini melancarkan aksi kekerasan radikal yang menyebabkan sekitar 17.000 orang meninggal.
Organisasi tersebut bertanggung jawab atas penculikan sejumlah tentara dan sejak awal tahun ini mereka telah memperluas jangkauan aksi serangannya ke negara tetangga seperti Kamerun, Benin, Chad, dan Niger.
Ratusan ribu warga terpaksa meninggalkan kampung halamannya akibat serangan teror dan konflik di negara tersebut.