Dunia

3 anak terluka akibat ledakan ranjau milisi Haftar di Libya

Ledakan ranjau itu terjadi di wilayah Hallah, selatan ibu kota Tripoli

Muhammad Abdullah Azzam   | 15.07.2020
3 anak terluka akibat ledakan ranjau milisi Haftar di Libya Ilustrasi: (Foto file - Anadolu Agency)

Istanbul

Aydoğan Kalabalık

ISTANBUL

Tiga anak-anak terluka akibat ledakan salah satu ranjau yang ditanam oleh milisi Khalifa Haftar, pemimpin angkatan bersenjata ilegal di timur Libya.

Menurut pernyataan kantor pers Operasi Gunung Berapi Kemarahan yang dipimpin pemerintah Libya, tiga anak, duanya berasal dari keluarga yang sama, terluka akibat ledakan ranjau di wilayah Hallah, selatan ibu kota Tripoli.

Pernyataan itu tidak memberikan informasi lebih rinci mengenai waktu kejadian dan lokasi ledakan.

Pada konferensi pers kemarin Senin, Juru Bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Stephane Dujarric mengatakan, "Setidaknya 52 orang tewas dan 96 lainnya terluka akibat alat peledak dan ranjau di Tripoli.”

Tentara Libya pada 22 Mei lalu mengumumkan bahwa milisi Haftar menanam alat peledak dan ranjau di daerah-daerah sipil sebelum melarikan diri dari selatan ibu kota, Tripoli.

Pemerintah meluncurkan Operasi Badai Perdamaian terhadap Haftar pada Maret untuk melawan serangan di ibu kota dan baru-baru ini merebut kembali lokasi-lokasi strategis termasuk Tarhuna, benteng terakhir Haftar di Libya barat.

Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada Juni kemarin mengeluarkan resolusi yang memerintahkan misi pencarian fakta ke Libya untuk mendokumentasikan pelanggaran dan pelanggaran yang dilakukan sejak 2016.

Libya dihancurkan oleh perang saudara sejak penggulingan mendiang penguasa Muammar Gaddafi pada 2011.

Pemerintah baru Libya didirikan pada 2015 di bawah perjanjian yang dipimpin PBB, tetapi upaya untuk penyelesaian politik jangka panjang gagal karena serangan militer oleh pasukan Haftar, mengakibatkan kekacauan.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın